Feeds:
Posts
Comments

Sudah pernah dengar kisah Sahabat Rasul yang namanya Kaab bin malik? Seorang sahabat yang pernah mengalami rasa futur dalam perjuangan dakwah bersama Rasulullah SAW. Banyak hal yang bisa diambil hikmah dari kisahnya, seseorang yang tangguh, yang kuat melawan arus goyahnya iman yang  sedang bergejolak dalam dirinya. Beliaupun bersabar dengan segala kucilan, bahkan omongan sana sini atas dirinya, hingga kesenderianpun menghampiri dirinya, bahkan bukan hanya diperlakukan “diam”oleh semua orang, istrinya pun dilarang untuk menemuinya…

kisah ini awal kali aku baca dari buku yang berjudul “yang berguguran di jalan dakwah” buah karya Fathiyakan..buku buluk kecil nan lecek yang dulu aku suka iseng2 baca saat akan berangkat kuliah :D . selain kisah itu, ada kisah fitnah yang menimpa Aisyah Ra yang juga aku suka…

Kesalahan yang beliau lakukan pada saat itu adalah, saat beliau absen dalam perang tabuk tanpa alasan apapun. Pada saat itu angin malas berangkat berperang tiba-tiba muncul dalam benaknya dan ia tak kuasa menahan gejolak kemalasan itu. Padahal seorang Kaab bin Malik adalah seorang prajurit Rasulullah yang sangat Qoowy (Red-spesial) untuk memenuhi panggilan jihad, beliau tak pernah absen untuk selalu ada di barisan pertama Rasulullah. kemudian terpikir dalam benaknya, aah santai dulu sebentar karena biasanya aku bisa berlari lebih cepat dari yang lain hingga walaupun terlambat sedikit tetap saja akan ada di barisan pertama. Dan dia pun bersantai sebentar setelahnya, kemudian ia berkata, mungkin esok saja aku susul saat Rasulullah mengabsen semua prajuritnya, dan makin malas makin malas hingga akhirnya iapun tertinggal bersama orang2 udzur, perempuan dan anak2 di kotanya. Sungguh malang nasib Kaab bin Malik seorang prajurit yang gagah perkasa tertinggal pasukan perang bersama orang2 udzur.

Saat peperangan telah usai, menjadi kebiasaan sahabat Rasul saat itu untuk meemberikan kabar keabsenan masing2 prajurit. Tibalah saat Kaab bin Malik menghadap, awalnya ia berfikir bisa saja memberikan berbagai alasan kepada Rasulullah, hanya saja tak sampai hatinya mengemukakan perasaannya itu hanya diam saja yang ia bisa lakukan. Disinilah aku merasakan, keistimewaan seorang kaab yang tak pernah sombong dan berani mengakui kesalahan selemah apapun ia dinilai oleh kebanyakan orang. Padahal diantara kita barangkali, saat ditanya ini itu kenapa dan lain sebagainya bisa saja masih sempat menyombongkan diri dengan berbagai alasan yang ada, alasan sibuk, alasan sakit dan ini itu…wallahu`alam.

Atas apa yg diperbuatnya itu, beliau mendapatkan hukuman hingga Rasulullah berkata tunggu azab Allah atas perbuatan dirimu..dan Rasulullah beserta yang lain lantas men’diam’kan kaab bin malik hingga 50 hari lamanya. Karena merasa dikucilkan, Kaab bin Malik menyendiri dan bersabar atas apa yang sedang menimpa dirinya. pun saat hari ke 40, tiba2 istrinya pun diperintahkan untuk tidak melayani Kaab bin Malik. Terbayang sudah, sangat perih sekali penderitaan kaab bin malik. hinggaa tepat hari ke50, turunlah perintah dari Allah melalui Rasulullah untuk mengampuni Kaab bin Malik. hingga ia pun terbebas dari segala ujian yang sedang menimpanya.

Dari kisah ini, saya pribadi menyadari bahwa apa yang dilakukan Kaab bin Malik adalah kefuturan biasa yang bisa jadi diantara kita pernah mengalami hal ini. Manusia mana yang tak luput dari dosa dan khilaf, terlebih kita jauh dari didikan Rasulullah yang sangat dan super perhatian mendidik dan mengurus umatnya. Seringkali kita kita melambat-lambatkan hal kebaikan, beramal, dan enggan mengerjakan kebaikan. Tanpa alasan apapun yang kita miliki hanya perasaan sedikit ingin bersantai. Sayangnya, saat ini disaat hati kita sendiri dengan perasaan tak menentu barangkali tak seorang pun yang menyadari apa yang kita rasakan. Sesungguhnya, kita tidak lebih beruntung dari seorang Kaab bin Malik dimana orang2 yang menjauhkannya karena perintah Allah adalah ujung2nya justru merekalah yang menolong seorang hamba yang sedang dalam kondisi tidak baik. Namun saja, barangkali kita tak kuasa menghadapi ujian sebagaimana yang Kaab bin Malik rasakan. bisa jadi saat hal itu menimpa diri kita perasaan ingin kabur dan pergi dari orang-orang yang “hanya bisa mencemooh” melanda diri kita, bisa jadi kita berontak dan lebih futur lagi saat hal itu terjadi…

Manusia dilahirkan macam-macam sifat dan perasaan. Sayangnya saat lemah, seringkali kita ingin difahami bukan mencoba memahami orang lain sebagaimana kesabaran seorang Kaab. Bagaimanapun tidak, pengucilan orang atas dirinya ia anggap adalah ujian Allah dan ia lakukan dengan terus beristigfar dan bertasbih bertahmid kepada Allah. Tak satupun hal yang ia benci atas pengucilan orang-orang, termasuk diam yang dilakukan Rasulullah atas dirinya.

Tapi mudah-mudahan, kisah ini memberikan arti tersendiri kepada diri kita untuk lebih dewasa bersikap menghadapi kefuturan yang barangkali saja sedang melanda….

Kuntum bunga boleh layu, namun rekahnya bunga-bunga semangatharus terjaga tetap hadir di sebuah kebun…

-Aida-

Merindukan keberartian…

Menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga, memang tidak mudah. Tapi tidak berarti tidak bisa atau tampak mengeluh. Namun, seringkali aku mendengar sana sini ngapain aja sebagai Rumah tangga. Keberadaannya terkadang sangat disepelekan, padahal klo dikerjakan sendiri belum tentu sempurna dan terkerjakan semuanya. Yang paling sangat menjenuhkan adalah, mengerjakan satu kerjaan sama dari hari ke hari dari waktu ke waktu. Kayaknya lebih cape dibandingkan mengerjakan kerjaannya itu sendiri.

Namun saja,aku tak akan menyerah begitu saja dengan kondisi ini. Banyak sekali penyemangat yang datang sana sini mengiringi langkah berkarier di ranah ini. Sebetulnya impianku masih banyak tidak cukup hanya sampai disini, namun saja butuh waktu untuk menyempurnakan yang ini dulu barulah beranjak ke yang lain. Begitu aku menilai Allah memberikan semua porsi ini untukku. Dalam hati, inginku punya satu peran, dimana barangkali lebih bisa mengefektifkan keberadaanku dirumah. Menyibukkan lamunanku, menghilangkan keberartianku, dan menghabiskan waktu dengan beragam amanah dan kesibukan yang menyita waktu. ooh..apa mungkin aku betul2 merindukan rasanya di push orang untuk melakukan semua, kerjakaanku tidak seperti anak lab yang dikejar proyek dosen, or seorang staf yang sedang dikerja deadline dari bos. Aku hanyalah aku..yang diberi kebebasan untuk mengatur semua tapi harus beres dan sempurna..dan ternyata itu gak` mudah……fuiiih…

Ada banyak hal yang seharusnya bisa membangkitkan semangatku:

dari notes sebuah teman :

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah.

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

Semoga, setiap secuil usahaku untuk membuat keluargaku kenyang dinilai kebaikan bagiku…Alhamdulillah, cukup Allah yang menilai semua..ga` butuh penilaian seorang manusia…yang penting akupun semangat untuk selalu menampilkan yang terbaik….

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

ya Allah, jadikan usahaku ini sebagai jurang pemisah antara aku dan nerakamu…

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Setiap kali aku mencuci baju, lalu bolak balik menjemurnya…hingga kering, dan akupun memakaikan wewangian kepada setiap baju dan menyetrikanya dengan rapi…semoga menjadi ladang pahala sebagaimana yang diwasiatkan Baginda Rasul….berilah aku keikhlasan atas semua ini…

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

semoga atas semua shodaqoh yang kuberi, waktu luang dan tenaga yang kuberi bisa membantuku di hari kiamat kelak…

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

Ya Allah, semoga suamiku Ridho atas apa yang kukerjakan, pun rasa2nya saja, apa yang kukerjakan belum sesempurna yang diharapkan, semoga selalu ada keRidhoan darinya untuk mempercayai aku bisa mengerjakan semuanya…amien

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

ya Allah, dalam kandunganku ini..ampunilah dosa2ku yang terdahulu, jadikan rasa lemah, pusing, dan sakit yang kadang ada menjadi pahala buat aku, dan jadikanlah rasa sakit kelak adalah kebersihan dosa2ku yang terdahulu..berikanlah pahala atas semua seperti yang kau janjikan kepada wanita2 sholhehah

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

ya Allah, berikanlah keikhlasan kepada diriku untuk melayani suamiku..memenuhi kebutuhannya dengan rasa senang danikhlas. Dan tetapkan semua pahala itu untukku

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

ya Allah, hilangkan muka masam di wajahku, bersihkan wajahku dari jerawat yang mengganggu, padahal tak kerap kubersihkan semua untuk membuat “dia”selalu tersenyum untukku, berikan kecantikkanku untuknya saja, dan biarkan dia memberikan pandangan penuh kasih untukku

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

ya Allah, berikan aku kesempatan untuk bisa meenyelumuti ia dengan penuh kasih sayangku…biarkan kehangatan itu dirasakannya setiap saat…

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

ya Allah berikan izinku bisa melaksanakan semuanya, minimal mengingatkannya..namun rasanya inginku diberi kesempatan untuk bisa dan mampu…karena tak kuasa ingin keraih pahala sirotol mustaqim itu…

MEnggapai semua memang tidak mudah…butuh ketangguhan, tidak cengeng, tidak manja dan tahan banting…

Semoga esokku dan seterusnya menjadi penyemangat selalu buat ku…amien

-ranah korea, 28 oktober 2009-

Dinamika yang hIlang…

..Bekerjalah kamu niscaya Allah akan melihat pekerjaanmu…

Berkali-kali seseorang itu mengingatkanku akan perkataan itu, berkali-kali pula aku menganggap hal itu adalah kondisi ideal yang bisa terjadi saat kita sadar dan teringat. Berkali-kali pula aku nakal dan tidak mengingatnya. Berkali-kali pula aku tak memahaminya, dan masa bodo dengan semua. Berkali-kali pula aku menganggapnya terlalu idealis dan menimbulkan banyak kebohongan dalam hatiku…berkali-kali pula aku bersu`udzon atasnya…

Astaghfirullah…

Seringkali aku merasa, ingin rasanya aku kembali dalam kekhusyuanNya..Merasakan saat-saat aku terjepit dan terkapar dalam setiap permasalahan yang merenggut jiwa dan ragaku. Seringkali kukatakan inginku Kembali, inginku bertahan dalam Dinamika Kehidupan ini. Inginku merasakan atas Kasih SayangNya dan semua keajaiban yang telah aku terima dari Nya. Seringkali ku bertobat, namunku tak putus untuk bergerak dalam dinamika ini. Seringkali aku berjanji, aku mau baik, aku mau Ridho namun seringku berkeluh atas semua yang terjadi…

Ajari aku Tuhan, yang seringkali tak belajar untuk mencintaiMu seutuhnya. Ajari aku untuk bersyukur lebih banyak lagi, dan berfikir bahwa sesungguhnya Nikmat Allah yang Mana lagi yang harus ku dustakan. Ajari aku untuk berkecukupan dengan semua yang ada…Ajari aku untuk tidak punya banyak keinginan yang hanya membuat angan-angan kosong dan hilang Arah, Ajari akuu bersyukur dan ikhlas..karena begitu banyak ladang pahala di depan mata, begitu banyak jiwa-jiwa kosong memerlukan pencerahan. Ajari aku Tuhan untuk semua yang Kau beri ini agar selalu berarti di depan mata…

Di suatu malam, padahal belum 2 jam aku memejamkan mata. Saat akupun diingatkan kembali dengan perkataan itu, dan memang Hanya sapaan lembut yang aku butuhkan saat itu. Saat aku membutuhkan banyak energi untuk bangun, melawan nafsu juga fisik yang tak menentu. belaian lembutnya mengingatkanku akan nikmat Allah yang banyak, akan sujud-sujudku yang panjang dan tak terlupakan…dan kerinduan ku akan sajadah panjang dan alunan surat-surat favoriteku :) . aku bangun, dan sendiri ku lawann nafsu dan jasmani dengan menyegarkan tubuhku yang seringkali layu dipagi hari…aku butuh kehangatan, juga energi di pagi hari untuk ini. Subhanallah..finally, aku bangga bisa menuntaskan semua…

Ada syukur, saat bulir-bulir air mata menghiasi sujud panjangku. Pun aku berhenti, untuk melawan rasa mual yang sedikit mengganggu, aku mau bangkit karena sujudku bisa menghilangkan segala ganjalan yang sering mengganggu dalam hati. Alhamdulillah, Maha suci Allah yang telah mengembalikan semua yang hilang…

kelak, pastinya kerindukan kembali belaian lembutnya yang membangunkan ku di malam itu…

Gyeongsan, 25 juli 2009

sujud

Older Posts »