Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘resensi’ Category

Takjub lihat video ini, begitu banyak kisah yang bisa diambil dalam 1 video ini. Begitu banyak juga kisah-kisah kehidupan Rasulullah yang bisa dikupas disana. Berikut saya lampirkan beberapa cerita yang saya tau dari video tersebut.

Kisah Rasulullah dengan Tetangga-Nya

Setiap kali Rasulullah SAW hendak pergi ke mesjid untuk melaksanakan Shalat subuh. Tetangganya selalu membuang kotoran di depan pintu rumah beliau. Namun Rasulullah tidak marah dengan perbuatan nista tersebut. Bahkan beliau bersabar untuk membersihkan kotoran tersebut yang kian hari semakin menumpuk saja. Suatu hari, Rasulullah pun melihat tidak ada satupun kotoran di depan pintu rumahnya. Hingga ia pun bertanya tentang hal yang tidak biasanya. Sampai suatu ketika ditemukannya bahwa tetangga tersebut sedang jatuh sakit, dan beliaupun menjenguknya serta memberikan makanan untuk tetangganya itu tanpa sedikitpun rasa dendam.

suatu kisah yang sangat inspiratif dalam menyoal kehidupan bertetangga. Mungkin sebagai manusia biasa tak jarang kita kesal dengan perlakuan seenaknya tetangga kita. Seringkali membuat kehidupan tak akur dengan tetangga. Namun disini Rasulullah mengajarkan betapa kita harus menghormati tetangga sebegitu tidak hormatnya tetangga kepada kita.

Sedikit kisah tentang mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri

Dari Abu Ishaw As-Ayabi’i meriwayatkan, kisah seorang pemuda yang baru saja masuk islam dengan semangat membara bernama Ikrimah.ketika terjadinya Perang Yarmuk, Ikrimah juga ikut serta berperang sebagai pasukan perang yang berjalan kaki, pada waktu itu Khalid bin Walid mengatakan: “Jangan kamu lakukan hal itu, karena bahaya yang akan menimpamu adalah lebih besar!” Ikrimah menjawab: “Karena kamu wahai Khalid telah terlebih dahulu ikut berperang bersama Rasalullah SAW, maka biarlah hal ini aku lakukan!”.Ikrimah tetap meneruskan niatnya itu, hingga akhirnya ia gugur di medan perang. Pada waktu Ikrimah gugur, ternyata di tubuhnya terdapat lebih kurang tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak dan anak panah. Abdullah bin Mas’ud pula berkata: Di antara orang-orang yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, maka masing-masing mereka berkata: “Berikan saja air itu kepada sahabat di sebelahku.” Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air itu.

Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: “Sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.” Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga.

Kisah Rasulullah SAW dengan Hasan Husen (cucu-Nya)

Suatu ketika Rasulullah  SAW sedang sujud dalam sholat berjamaah. Namun ternyata dibuat kuda-kudaan oleh Hasan dan Husein sehingga sujudnya lama. Sahabat-sahabat heran mengapa sujudnya lama sehingga salah seorangnya mengangkat kepala mengira beliau sudah bangun dari sujud. Tapi ternyata yang terlihat dipunggung Rasulullah ada Hasan dan Husein sedang bermain. Rasulullah tetap tidak mengangkat kepalanya hingga kedua cucu nya itu turun dari lehernya. Setelah selesai baru dinasehati dengan dialog. “Mengapa kalian bermain kuda-kudaan di punggung nabi?“ mereka menjawab “Punggung Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya kuda-kudaan“ kemudian Rasulullah SAW menjawab “dan kalian adalah sebaik-baik pengendara kuda“, setelah memuji cucu-cucunya itu yang membuat mereka senang Rasulullah SAW melanjutkan dengan lembut “tapi coba lihat paman-pamanmu, kasihan mereka jadi sujudnya lama“, setelah itu Hasan dan Husein mengerti.

Kisah teladan yang mudah-mudahan menginspirasi banyak ayah di dunia ini ^^.

Kisah Orang Yang Memberi Minum Anjing Yang Kehausan Lalu Allah Mengampuninya

Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Pada setiap hati yang basah terhadap pahala.”

Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda, “Seorang wanita pezina melihat seekor anjing yang berputar-putar di atas sumur pada hari yang panas. Anjing itu menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu menimba air
dari sumur dengan sepatunya, maka dia diampuni.”

Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, “Seorang wanita pezina diampuni. Dia melewati seekor anjing di bibir sumur yang sedang menjulurkan lidahnya. Nabi bersabda, ‘Ia hampir mati karena haus. Lalu wanita itumelepas sepatunya dan mengikat dengan kerudungnya dan menimba air dengannya untuk anjing itu. Dia diampuni karenanya.”

Rasulullah SAW dengan Aisyah

‘Aisyah radhiallahu anha menceritakan apa yang ia alami dengan suami dan kekasihnya yang mulia. Dalam sebuah safar (perjalanan), Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada para shahabatnya:

“Majulah kalian (jalan duluan)”. Maka mereka pun berjalan mendahului beliau. Lalu beliau berkata kepada ‘Aisyah (yang ketika itu masih belia dan langsing):

“Ayo, kita berlomba lari”. Kata Aisyah: “Akupun berlomba bersama beliau dan akhirnya dapat mendahului beliau”. Waktupun berlalu. Ketika Aisyah telah gemuk, Rasulullah kembali mengajaknya berlomba dalam satu safar yang beliau lakukan bersama ‘Aisyah.

Beliau bersabda kepada para shahabatnya: “Majulah kalian”. Maka mereka pun mendahului beliau. Lalu beliau berkata kepadaku: “Ayo, kita berlomba lari”. Kata ‘Aisyah: “Aku berusaha mendahului beliau namun beliau dapat mengalahkanku”.

Mendapatkan hal itu, beliau pun tertawa seraya berkata: “Ini sebagai balasan lomba yang lalu (kedudukannya seri, red).” (HR. Abu Dawud no. 2214. Asy-Syaikh Muqbil menshahihkan sanad hadits ini dalam takhrij beliau terhadap Tafsir Ibnu Katsir, 2/286).

kisah lainnya tentang Aisyah dan Rasulullah SAW. Pada suatu hari raya, orang-orang kulit hitam bermain perisai dari kulit dan sangkur. Kadang-kadang aku yang bertanya kepada Nabi dan kadang-kadang beliau yang bertanya, “Kamu ingin melihat mereka?” Aku menjawab, Ya. Nabi lalu menggendong aku, pipiku menempel pipinya, lalu beliau berkata, “pelan-pelan wahai Bani Arfidah (Gelar untuk bangsa Habsyah),” Ketika aku sudah mulai bosan, Nabi bertanya, sudah cukupkah?, aku menjawab. Ya, beliau berkata, “Kalau begitu pergilah” (HR Bukhari dan Muslim).

Kisah yang menarik untuk kita teladani dalam berkeluarga, Beliau Rasulullah SAW senantiasa memberikan kesempatan kepada keluarga untuk menikmati hiburan dan menyenangkan keluarganya dengan segala macam kesukaan

Read Full Post »

Perempuan Berkalung Sorban

Bicara tentang film perempuan berkalung Sorban. Secara ini film lumayan dah jadul…ia, baru sempet sekarang nonton ni film. Dari dulu penasaran banget, terlebih muncul kontroversi di news berbagai media.

Buat aku, film ini cukup menarik. Menarik dalam hal bahasan ceritanya, pun ada beberapa hal yang menurutku bisa jadi permasalahan dan barangkali hal inilah yang mencuat adanya kontraversi. Hal ini tergantung siapa yang nonton dan memahami sampai sejauh mana.

Hmm..kebetulan juga, aku merasa dekat dengan kultur budaya yang dimaksud di film ini. Jadi aku bisa berkomentar dan memahami semua dengan kacamata pengalaman, mudah-mudahan. Cuma agak gak kebayang buat orang-orang yang belum faham akan nilai islam seutuhnya, bukan berarti aku merasa faham ya…terlebih buat orang yg buta banget, ada kekhwatiran, isu gender nya yang lebih dibesarkan. dan isu islam ternyata begitu…Ada satu point yang kayaknya harus kita tekankan bersama-sama, bedakan kultur dengan rules agama islam!!, sepakat kan….

Islam itu agama yang rahmatan lil`alamin, buatku di islam tak pernah membedakan antara peran perempuan dan laki-laki. aku aja bangga dengan title seorang muslimah. Pun perasaan yang Anisa (pemeran utama dalam film) itu pernah aku rasakan sedari kecil :D. Namun sekarang aku faham, konteks sebetulnya bukan demikian….

Sedari kecil aku hidup di keluarga yang sedikit kurang memberi kebebasan kepada yang namanya perempuan, terlebih aku anak bungsu, dan aku dikelilingi 3 kaka laki-laki (1 lagi om kecil :)). aku seneng protes, terlebih seringkali dibedakan gak boleh maen, kemana2 harus dianter, gak boleh keluar malam, gak boleh maen ama anak cowo hehe, klo udah baligh mesti pake jilbab, gak boleh pake baju menyerupai laki-laki, gak boleh belajar nyetir mobil klo dirasa masih ada yang bisa nganter, gak boleh kost, ga boleh KP di luar kota, gak boleh kerja di luar kota…..pokoknya banyak hal yang terjadi dimana aku tumbuh dalam ketidak fahaman. Namun seiring dengan kedewasaan, kematangan berfikir, dan hidayah dari Allah semua berubah menjadi kesempurnaan dan kesyukuran tiada batasnya…

Aku ingat, banyak sekali perkataan di film itu yang pola pikirnya sama seperti didikan ibu dan ayahku. Ayah ibu memang dididik dilingkungan yang sama dengan film itu. Nah, pekerjaan yang berat barangkali mereka mendidik aku ditengah hiruk pikuk kehidupan kota, tapi subhanallah buat ku mereka sukses, aku aja entah ya gimana tar ke anak2ku…

Sedikit yang kurang sreg…

Entahlah, aku kurang faham, apa tujuan mas Hanung membuat film itu. Yang jelas pesan nya sedikit aku fahami, yah memang betul ada yang harus di ubah dari kultur orang2 pesantren. Namun banyak hal yang miss yang dirasakan oleh aku. Kehidupan pesantren yang aku tau, memang banyak menimbulkan pertanyaan terlebih bagi kita yang besar agama di lingkungan bukan pesantren terus mengunjungi pesantren? ada yang pernah merasakan hal itu?, aku sendiri seringkali merasa “heran” dengan semua yang ada. Hanya, ada satu fenomena yang dirasa, mas Hanung terlalu gegabah memberikan kesan tentang pesantren di film itu. Hal yang pertama adalah, sosok kiayi….entah ya, yang aku faham memang kiayi banyak yang keras dan otoriter baik terhadap anak maupun santrinya. Berkesan bahwa kiayi yang dimaksud dalam film itu tidak mencerminkan nilai islam secara utuh, wallahu`alam memang tidaksemua kiayi itu sholeh…cuma insyaAllah masih banyak kita punya kiayi yang lebih takut Allah dibandingkan dunia dan seisinya, terlebih ada kesan Anisa dijual kepada rekannya karena diberi banyak materi bukan karena perjodohan oleh orang tua yang dicontohkan oleh islam. dan herannya beberapa adegan, pelajaran agama mereka tidak menyebutkan konsep islam secara utuh, misalkan tentang konsep laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, lalu saat perempuan memimpin, buatku ada alasan yang harusnya tidak perlu ditampilkan seakan2 dipaksa perempuan tidak boleh memimpin.Lagipula yang aku faham, pesantren di sekolah ataupun di mana saja punya konsep 2 kepemimpinan, laki2 bagi laki2 begitu juga perempuan untuk kaum perempuan lagi…kemudian konsep poligami, konsep ketaatan kepada suami, yah semua tidak dijelaskan secara utuh…hanya sebagian2 kecil yang miss saja…ini cukup berbahaya bagi umat islam yang belum terlalu faham..

Kesan beberapa adegan terlalu esktrim, aku sangat tidak suka. Saat satu  keluarga ada 2 istri dalam satu rumah. Setahuku Rasulullah tidak mengajarkan hal itu…setiap istri diberi satu rumah, dan lagi-lagi kiayi yang berpoligami yang aku tau mereka menempatkan istri dalam rumah yang berbeda-beda…Kemudian, konsep perjodohan oleh pihak ortu, jelas sudah betul memang dalam kehidupan pesantren itu hal biasa, selalu ada saja harapan, anak kiayi menikah dengan anak kiayi lagi. Cuma satu lagi yang miss, tidak ada pemaksaan dalam islam. setahuku dipesantren2 seperti itu harus atas keridhoan putrinya. Ya suatu hal wajar, biasanya untuk masa depan pesantren itu, generasi penerus dan kepentingan kekeluargaan dan kekerabatan. Dan yang aku kenal Alhamdulillah, anak kiayi itu rata2 ridho loh dengan pilihan ayahnya, ya karena mereka ga kenal konsep pacaran dan kenal laki-laki lain ya barangkali…

Pesantren Impian…

Iya, pesan yang dimaksud mas Hanung untuk para masyarakat pesantren harusnya dapat difahami oleh semua bukan hal yang menjadi anggapan sisi negatif dari kehidupan pesantren. Pesantren harusnya jadi agent pencetak generasi Robbani yang bisa berdakwah untuk masyarakat. Pun kebanyakan anak santri sekarang, tidak faham secara utuh dengan konsep islam yang ada. KEluar pesantren hancur sudah kehidupannya…nauudzubillah. KEmudian, pesantren juga harusnya mulai terbuka dengan pemahaman diluar. JAngan kaku menerima ilmu baru, bahkan dianggap perusak. Seharusnya klo udah percaya santrinya sholeh, insyaAllah mereka akan memfilter sendiri mana yang  baik mana yang engga. Nah kebanyakan pesantren sekarang sebetulnya bukan ga mau menerima ilmu baru, tapi kurang tersentuh dan tidak banyak tahu saja….makanya klo udah begini siapa yang salah? mereka yang tidak mau terbuka atau kita yang ga mau membuka diri??

Percaya engga, saat tahun 2004 lalu. saat liburan kampus aku pernah mondok di lingkungan pesantren. sebetulnya ini sudah menjadi rutinan aku sedari kecil…sebagai ajang liburan, ya karena memang bener liburan. klo di pesantren itu aku hanya dipersilahkan untuk bergaul dengan santri2 saja, juga nginep dirumah kiayinya yang kebetulan teman dekat ayahku. dan biasanya soal ngaji aku diprivatin aja sendiri. nah saat itu aku banyak berkenalan dengan banyak santri yang bahkan dia buta huruf latin sama sekali, padahal umurnya dah lebih dari 9 tahun wajib belajar. aku takjub, mereka bilang baca huruf latin bikin pusing mata….aku merasa sedih, dan tahun 2004 itu saat aku udah berfikir lebih dewasa dari saat pesantren sebelumnya, aku mulai membuka mata untuk memberikan bantuan alakadarnya buat mereka. saat aku ditengok ayah seminggu sekali, aku minta dibawakan buku2 novel dan majalah buatku. Saat itu aku nyaris tidak punya satu buku pun yang aku simpan di kamar semua bener2 ku berikan. Dan aku buat program saat itu untuk gemar membaca, mereka aku latih untuk mencintai bacaan agar banyak tau dan faham. mereka senang akan hal itu, selain itu aku ajarkan mereka membuat tulisan dan gemar menulis banyak cerita, tuker2 diary surat2an antara satu asrama ke asrama putri lain. Alhamdulillah itu semua mendapat restu dari sang kiayi dan akhirnya aku berhasil membuat satu ruangan yang disulap menjadi area baca, nulis dan perpustakaan. setelah itu aku masih suka rajin minta buku ke temen2 untuk dikirim kesana, beberapa temen mungkin masih inget kerjaanku yang mintain buku bekas :D…

Soal penjagaan…

Setelah melihat film itu, jangan sampai kita sebagai muslimah dalam islam menjadi punya perasaan tersingkirkan..hal ini bahaya. karena belum tentu film itu bermaksud mengajarkan hal itu…harusnya kita maju dan membuktikan muslimah tidak begitu…jangan sampai kehilangan arah, tak tahukah kita banyak banget yang bisa kita contoh dari sekian banyak shohabiyah zaman Rasulullah, mau jadi pebisnis kaya ummi khadijah, mau sepintar umi Aisyah, mau selembut Siti Fatimah, Mau sejagoan seperti Asma`, tidak ada yang pernah mematikan karakter seorang muslimah. yang jadi banyak complain dari akhwat zaman sekarang adalah, semenjak berhijab saya ko jadi pendiam dan manis-manis…hahaha, buatku Alhamdulillah dari kecil dah berjilbab biasa aja ko, mau ceria ya ceria aja, mau ngomong ya bicara aja, pun memang ada batasan untuk menghindari fitnah dan banyak hal lain. Semua adalah penjagaan, danbener banget, apa yang di film itu bilang, saat masih gadis aku merasa semua sangat terbatas dan tergantung ayah…ke jakarta aja untuk keperluan study or hal lain dianter ayah saking blw tanggungjawabnya, aku sering kasian dan gak pengen merepotkan, tapi jangan tanya ayahku seperti itu karena semata2 semua itu adalah tanggungjawab sedemikian besar dimata Allah, bukan hal yang mudah apalagi anak gadis yang tinggal semata wayangnya. Setela menikah hidupku berubah sedikit demi sedikit, yang tadinya penakut, berusaha untuk berani menghadapi semua, barangkali sekarang aku belum punya tanggungjawab melindungi, tapi kelak saat anakku hadir aku harus siap melindungi buah hatiku, so..artinya semua ada saatnya.

Makanya itu, diberi suguhan film itu, justru diriku makin bersyukur atas kesempurnaan yang Allah berikan untuk aku. Satu persatu cobaan hidup aku lewati, saat aku gak faham, saat aku bilang kenapa mesti begini begitu, kemudian semua jalannya ada dalam islam, karena buatku bener banget ISlam is my way, Rahmatan lil a`alamin..bersyukur banget wlo mungkin bertitle muslimah saja, bukan wanita keren nan cantik jelita hehehe…dan terutama untuk seorang ayah yang selalu mengajariku akan semua ini. semua ga bisa kembali aku lewati,saat2 aku protes, aku nakal, aku membantah….tapi aku ingat, hanya dengan dan berkat beliau lah izzah ku terbumbung sebagai seorang wanita yang gak pengen terkubur dan terkufur…Nau`dzubillah, akan kubuktikan buat ayah..aku akan penuhi semua hal yang kau pinta dahulu…

nyanyi lagi lagu ini yo….

Read Full Post »

Optimalisasi Peran….

Alhamdulillah, Ahad pekan ini menyempatkan ikut Seminarnya Bu wirianingsih (Ketua PP Salimah) dan Ibu LEdia HAnifah (Ketua Bidang Keakhwatan PP PKS) di GOR Bulungan Jakarta. Sembari mencari ilmu, charge Ruhiyah, silaturahim ma orang-orang, subhanallah banyak banget yang aku dapet di hari ini.Termasuk pergi sendiri Dari Bogor, mampir Ke kostan dan langsung pergi Ke Blok M pake busway sendiri….hehehe

Dari sekian banyak point penting yang bisa aku ambil. Ada banyak hal yang ingin aku kemukakan. Yang pertama about Nilai-nilai islam, dari pemebelajaran, penanaman, implementasi hingga pencapaian dan transfer ilmu. Dari mulai individu-keluarga hingga bermasyarakat. Dari sekian banyak itu di tarik kesimpulan ke masalah Dakwah keluarga yang di rasa urgen banget untuk di fahami oleh semua orang yang merasa bagian Dari dakwah.

Bu wiwi bilang bahwa Dakwah adalah seebuah keniscayaan, bagi orang yang udah faham urgensinya. Tak mengenal ia siapa, seorang pelajar, mahasiswa, ibu rumahtangga, karyawan yang super busy, seorang bapak, ibu, khadimat, bahkan kakek nenek sekalipun. Karena Dakwah meliputi seluruh aspek kehidupan.

Ditarik ke masalah Dakwah Muslimah, menurut mereka adalah urgen saat kita tau, bahwa jumlah kader akhwat lebih banyak disbanding ikhwan, perempuan lebih banyak di banding laki-laki secara umumnya. Oleh karenanya, dakwah Muslimah adalah sebagai pemegang pilar tegaknya Kebangkitann Umat. Luar biasanya seorang Muslimah, karena perannya di rumah, menciptakan generanis Robbani, keluar dia berdakwah sesuai profesi masing-masing akan menjadi sorotan dalam dakwah islam di masa yang akan datang. Sarana qudwah muslimah yang punya peran, banyak di temui di kalangan shohabiyat. Artinya, sudah banyak contoh, kesempatan dan kekuatan tinggal komitmen untuk dilaksanakan.

Namun peran muslimah sangat tergantung dengan sinergitas peran seseorang yang menjadi Hak Walinya. Sebagai contoh, masih banyak orang tua yang melarang anak gadisnya sekolah tinggi-tinggi, melarang anak gadisnya untuk bekerja dan berkarya menggapai cita-citanya dengan alasan khawatir. Masih banyak suami yang EGOIS menginginkan istrinya selalu ada di rumah melayani kebutuhan pribadinya, menjaga anak-anaknya sehingga potensi si akhwat yang tadinya sangat besar saat belum menikah menjadi terdiskritkan karena terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga. Padahal hal tersebut masalah kecil yang bisa mengacaukan kerjaan dakwah secara lebih global.

Hm..buat aku si ini fleksibel ya, siapapun akhwat itu ketika dia memilih ingin di rumah atau akan bekerja,yang penting adalah seorang Da`iah merupakan sebuah keniscayaan saat ia harus juga keluar rumah, dan mengurus segalanya di rumah dengan baik. Yang penting adalah, seperti bu wiwi bilang optimalisasi peran akhwat di rumah 80 % di luar 20 %, jadi tetap saat sikond tertentu ada skala prioritas. Kisah shohabiyah zaman Rasulullah tidak pernah ada ceritanya cerai karena kesibukan di luar. Bahkan kisah yang sangat bikin aku haru seorang Asma yang di juluki seorang akhwat yang punya 2 sabuk, saat ia hamil dia relakan perutnya menyeret perlengkapan logistik untuk di bagikan kepada Prajurit Rasulullah, san satu sabuk ia pake untuk menahan perutnya yang besar. Subhanallah, yang aku tau..suami seorang akhwat bahkan akhwat yang tengah mengandung sekalipun biasanya ia jarang mengambil porsi dakwah cukup besar, banyak izin dan banyak dilarang suaminya…karena terlalu beresiko si memang, namun Komitmennya pada Allah pada Dakwah..tidak ada setangguh seorang Asma….

Di sesi ini banyak di bahas tentang Problema akhwat bekerja. Sampai bu Ledia memberikan 3 point penting untuk akhwat untuk mengambil pekerjaan. Yang pertama adalah pekerjaan itu harus bisa meningkatkan potensi diri si akhwat, jangan sampai dia bekerja karena pelarian gak betah/bosen di rumah…Nau`dzubillah, kedua adalah harus menghasilkan Ma`isyah..dimana ia bisa infaq sendiri tanpa izin ke suami, membeli kebutuhan sendiri untuk keluarganya dan sedekah ilmu peran dia di masyarakat dll, yang terakhir harus ada peluang Dakwah…Lalu bagaimana tentang akhwat Jarum super (jarang di rumah…hihihihi), pergi pagi pulang malam untuk bekerja dll…yah harus mengacu ke 3 point tadi dan yang penting kompromi dengan si Wali..dibicarakan enaknya, penyelesaiannya…dll

Dari banyak hal yang dibahas, berujung pada peran dakwah keluarga sebagai pilar kebangkitan umat. Kesuksesan umat bisa jadi ada di tangan akhwat dan tangan suami yang rela bersinergi dengan para aktivis muslimah. Peran muslimah juga yang menguatkan azam dengan 80% dan 20% yang tadi saya bilang sebelumnya, intinya semua harus beres …

Kalau dipikir memang akan sulit, tapi aku pribadi sangat percaya…banyak orang yang bisa. Sebagai contoh, ibu Wiwi sendiri, Ibu Nunu, Ibu ku sendiri hehehe, ibu Marwah Daud, dan banyak perempuan muslimah yang sibuk dan sukses dengan mendidik anak-anaknya. Tidak mendisktritkan juga, diluar itu banyak juga ibu yang di rumah full anak2nya juga lebih sukses dan hebat-hebat begitu juga keduanya bisa berbalik arah. Artinya semua gak` bisa di generalisir tergantung dari kualitas ibunya…

Kalo aku sendiri, insyaAllah udah nyiapin konsep mendidik anak dan membangun dakwah keluarga. Buat aku yang penting ke anak tanamkan akidah dan ikhlas karena Allah, caranya bekali mereka dengan AlQuran dan pemahaman akidah yang baik. Ke depan tuntutannya akan sangat besar, aku ga pengen..anak aku nanti sangat terpaksa ketika ia ingin sekolah di SD umum sedangkan kita Ortunya lebih pengen ia sekolah di SDIT. Aku pengen mereka ikhlas emnuntut ilmu, belajar, dan beribadah bukan karena aku ibunya..dan hal lain. Saat aku punya peran di masyarakat, aku bekerja dan jadi bagian untuk bangun bangsa ini tiada lain karena aku ingin jadi tauladan buat anak-anaku. Rasanya ada yang kurang secara siapa yang gak` pengen anak2nya sukses sedangkan kita sendiri ga menunjukkan kesuksesan itu di mata mereka. Ibuku juga suka bilang hal itu, mama bilang..mama dulu bisa pasti aku lebih bisa !!…sedangkan masalah optimalisasi peran adalah keniscayaan, di rumah dengan seabreg peran itu adalah kewajiban…tapi komitmen ke Allah yang kuat aja untuk mengerjakan semua dengan baik..itu saja yang harus ada…

Wallaahu`alam

Read Full Post »

Part ke -2 ini, aku nonton with my khadimat…lucunya si bibi ampe nangis-nangis dibuatnya..:((

Terkadang hidup itu tampak memilukan, butuh sedikit pengorbanan untuk menjalaninya, ya itung-itung tanda keRidhoan kita atas kehendakNYA..jadilah manusia tegar…

Setegar seorang Aisya, akhwat ini mengalami berbagai banyak ujian di awal belum setahun pernikahannya. Tiba-tiba saja, tanda kekecewaan dari beberapa akhwat yang konon memendam rasa kepada sang pengeran (fahri) bermunculan di depan matanya begitu saja…ya mau gimana lagi, hanya suratan takdir yang bisa jawab semua itu…dan lagi-lagi ia bergumam, kenapa saya mesti tau tentang semua ini…

Ada kekuatan dalam setiap dera ujian, aisya yang tampak penuh perlindungan, manja dan terjaga berubah menjadi sosok kuat, tegar dan mencari fakta seputar sang pangerannya. Fitnah dah terlanjur jadi fitnah ukhti…sehingga fitnah bisa menjebloskan sang pangeran ke dalam penjara. Ya..terjawab segala kegamangan Da…whatever siapa yang salah, yang pasti hanya karena sikap yang bisa saja buat sakit hati beberapa orang…wallahu`alam, semoga kita terlindung dari sikap sedemikian….

Satu  pelajaran penting, cinta bisa berubah jadi dendam dan kebencian yang nyata, bahkan kekecewaan yang menyayat hingga tanpa arti apa-apa…terlebih ditindak lanjuti dengan perasaan ingin dimiliki…padahal, tak ingatkah dari perasaan cinta dan ikhtiar ada batasan takdir mengikuti dan mau gak` mau kudu Ridho dengan kehendakNYA…disertai baik sangka tak lupa J.

Memang tampak repot ya jadi seorang Aisya…hehehe, awal baca novelnya aku sejujurnya justru rada tidak menyukai sosok aisya yang tampak agresif dan sangat kaya raya…ya, itu pikiran hati seorang Da yang belum faham apa2 dulu…tapi sekarang, justru berkebalikan…ketika harus menjalani menikah dengan seorang idola banyak akhwat, dapet fitnah dan berakhir dengan kisah poligami…subhanallah, great power for sosok akhwat ini…aku aja bener2 jadi mikir hal ini sangat berat!!!

Tapi mencintai memang butuh pengorbanan, tentu berkorban untuk pembuktian bahwa apapun jalan Allah yang terbentang adalah jalan yang  terbaik…sesulit apapun ia yakin…ada cahaya diatas sana yang MAHA AGUNG atas segalanya…gak` perlu sedih, toh hidup di dunia hanya sementara..kesabarannya bener2 teruji sebagai bentuk keimanannya…ya betul, sabar itu seperuh dari nilai iman!!

Dari sini, aku ingin sekali membahas sedikit tentang POLIGAMI..uuh, secara diri ini belum tau-tau amat filosofi hukumnya…yang pasti, jangan sekali-kali membantah hukum islam friends…yang pasti, hukum adalah hukum yang tidak boleh dipersalahkan, terlebih dari Allah SWT…hanya saja proses menjalankan ini yang butuh keikhlasan luarbiasa untuk bisa menghadapi…ya, sepengetahuan aku, orang2 yang sukses berpoligami tak jauh dari wanita-wanita sholeh yang taat dan tak Nampak cacat jika dipandang, sepengetahuan aku ya…beberapa istri kiayi biasanya J. Yang aku temui di beberapa pesantren…hanya itu yang aku tau…wallahu`alam

Ada pelajaran penting lainnya dari polemic ini..sangat-sangat bagus for akhwat yang sedang memahami cinta..:). About mencintai dan perasaan memiliki. Masih ingat, apa yang Maria katakan saat ajal hendak menjemput…secara ia baru saja menyadari kenyataan beda antara mencintai dan perasaan ingin dimiliki…pilih yang mana..hmm, ketahuilah..setiap diri ada yang MAHA MEmiliki…ya itu pula yang kudu kita hindari…jangan sampe terjebak ukhti…ada yang lebih tau dari sekedar perasaan cinta!!just remembering…

Tapi satu saja yang aku kecewakan..iya betul banget…emang rada beda yang ditampilin di novel dengan karya film ini. Ya secara aku juga hanya mengingat2 content novel itu…yang pasti, seingat aku novel itu yang ngajarin aku untuk mencintai surah MAryam…ada detik2 indah yang justru tidak terlalu ditonjolkan dalam film itu, saat-saat maria menghafal dan faham kandungan surah Maryam…bahkan, saat2 memilukan dalam novel ya..saat sedih hanya surat itu yang menemani hari-harinya…aku pada saat itu juga jadi ikut2an mencintai surah ini..sampe sempet baca tafsirnya..Alhamdulillah, yang aku tau..barangkali kita for akhwaters yang katanya sensitive banget menghadapi beragam masalah…ngingetin aja, bahwa maryam yang diceritakan di surah itu adalah sosok kuat dan tegar for meneagable her problemnya…terlebih saat2 harus melahirkan sendiri di bawah pohon kurma, dan bersandar saking kesakitannya…hanya Allah tempat ia bergantung saat itu..hingga Allah bener2 menurunkan bantuannya dengan meruntuhkan buah kurma sebagai bentuk kekuatannya…ukhti, klo kita kelak akan melahirkan yang kononkabarnya sakitnya luarbiasa…yang pasti berharapnya didampingi suami, juga ayah ibu n mertua :p…ya itulah kita yang tampak cengeng dan manja menghadapi beragam masalah..makanya mari kita menjadi akhwat yang lebih kuat J..be struggle women…

Satu hal lagi…hmm, sosok nurul yang di film n novel ceritakan..jauh-jauh beda!!, ya aku protes aja :p…jelas, menurut aku dari ketiga akhwat itu nurul, maria, aisya semua punya keistmewaan…nurul yang aku ingat di novel bukan sosok agresif dan tampak seberani yang diperlihatkan di film itu…sampe menunjukan kekecewaan saat2 harus menerima kenyataan takdir…oooh tidak sama sekali, bahkan nurul yang diceritakan di novel ada akhwat timur yang tetap terjaga dan lapang hati menerima kenyataan…tak pernah ada perasaan yang meluap2..bahkan terlalu banyak memendam rasa…perasaan Da ya :p. Dan sayang ya ini jug agak ditampilkan sebagai bentuk klarifikasi sifat nurul…sebagai bentuk kecintaan ia sama Allah, di novel diceritakan nurul dapet suami yang gak kalah baek dari fahri itu…bagusnya di novel tergambar tuh tipical akhwat ketimuran dan kebaratan yang super berani…ups, buat ku tetap saja dua-duanya istimewa…

Alhamdulillah…cukup disini aku bercerita tentang akhwat2 yang ada on this movie…hehehe, bukan kenapa…hanya saja aku ingat yang uni(teteh) bilang sama aku..apapun kesalahan atau pandangan kita (akhwat) ke ikhwan..nyata-nyatanya saja bukan urusan kami (akhwat)…dibanding jadi bahan perdebatan.hehehe…makanya, aku jadi terpikir…ya sudahlah fahri ya fahri ga perlu dikomentari :p…tapi darisini aku jadi inget kata-kata ayah aku tempo hari…ehm tepatnya seringkali (klo beliau dah mulai..mulai..nasihatin aku banyak hal)…kata ayahku, kodrat seorang perempuan itu cari perlindungan dan tempat berlabuh yang nyaman…secara diri ini inginnya belajar berlindung pada kaki tangan sendiri ehm..engga deng ya dengan kekuatanNYA tentu….

Wallahu`alam…apapun yang Da ceritakan hanya sebatas penilaian orang yang masih tampak belajar memahami kehidupan…Especially, aku persembahkan cerita ini for ade2ku yang sedang belajar memahami cintaNYA….

Ada senyum dalam setiap kesulitan

Ada kekuatan dalam titian kesabaran

Ada pengorbanan dan setiap perjalanan cinta

Ada keikhlasan dalam meraih CintaNYA… 

Read Full Post »

For AAC-ers…

ayat-ayat%20cinta.jpg

(part one) 

akhirnya, aku berhasil nonton film ini…walo baru 2 episode dari 3 file yang ada di notebook aku. lumayan dah bisa dapet beberapa kesimpulan dari 2 file itu…jadi nambah kesan juga euy ternyata, secara nonton sendiri  dalam kamar..hehe seru juga…

Awal kenal dengan cerita AAC karangan Kang `Abik ini, dulu waktu lagi demam novel mesir waktu aku kuliah di ITB tk 2 klo gak salah ingat. dulu-dulu, sempet anti novel cinta…hehe, seriusan…ampe sekarang juga agak jarang baca novel2 melankolik begituan. novel kegemaran aku adalah cerita pingkannya mba asma nadia, Edensornya andrea hirata,hafalan shalat delisa yang sempet bikin aku sedih… atau pelangi nuraninya mba helvi…cukup 3 itu yang buat aku tertegun dan menyenangi dalam2. alhasil, cerita AAC ini gak mendetail aku ingat ingat. kebetulan bukunya saja aku gak` punya…

kesan di aku, mungkin dulu aku baca saat aku masih belajar memahami cinta yang seutuhnya. sekarang pas aku nonton, semua berubah…ya bisa jadi seiring kedewasaan berfikir aku…mudah2an gak salah memaknai…

jujur ya, dulu pas baca novelnya aku sedikit suka sama sosok fahri. kenyataan buat aku, 1001 ikhwan yang sepertinya….nyaris perfect lah. namun, pas aku pikir kembali…ya manusia mana yang sempurna…akhirnya aku sadar salahnya fahri itu dimana…ya aku sadar banget, kenyataan semua biasa aja ko`…ya sama2 aja :).

buat aku…ya kadang bisa aja ikhwan teh begitu…”terlalu baik sama semua orang”…dan kadang sifat seperti itu salah untuk beberapa hal. konsep ia untuk menjaga hijabnya dengan sodara muslimah baek lah…hanya saja sikap ingin membantu, perhatian berlebihan, baik ke semua orang untuk beberapa akhwat yang gak faham barangkali akan sulit diartikan…khawatirnya jadi harapan banyak akhwat, wah repot….jadinya banyak yg sakit hati nantinya…

ups…ups, aku yakin akan banyak banget ikhwan yang protes dalam hal ini…aku gak` menyalahkan siapapun. hanya saja sedikitnya kita harus belajar saling memahami aja. yang pasti agak rubah sedikit care`st nya buat ikhwan, n buat akhwat ya naluriah ia memang begitu…the care`st people, tapinya mbo ya jangan suka salah mengartikan siapapun…ada yang baek sama kita, ya udah di terima dengan lapang..barangkali dia memang begitu…secara sadar dan berfikir rasional. jadi gak` ada tuh cerita patah hati kayak maria n nurul hehehe….

tapi aku gak` menafikkan, perasaan mereka sah-sah aja ko`, hanya saja satu yang harus yakin. Allah udah menciptakan seseorang buat kita jauh sebelum kita sadar atau bahkan mengenalnya…klo ada perasaan, disikapi saja ukhti dengan lapang. ceritanya for Allah saja, barangkali memang itu perasaan yang Allah berikan…kayak si Aisyah itu, jadinya!!

bicara ketiga akhwat yang ada di film ini(nurul, maria, aisya)..hm, suatu hari seorang sahabat bertanya, da pengen jadi siapa??..aku jawab dengan lantang BE MY SELF LAH….setiap kita berbeda, walo jujur ya menurut aku sifat ketiga dari mereka pernah aku alami sebagai akhwat biasa…ya jadi kesimpulannya, klo mau tau akhwat tuh gimana…liat aja mereka gimana!! makanya jangan main2 dengan perasaan mereka yang kadang very sensitive…jangan protes juga, ko sensitiv banget si…ya itulah, makanya jangan terlalu baek!!

udah baca artikel aku di selaksa hikmah tentang “bagaimana memahami cinta”, yups…konsepnya balik lagi ke orang perorang…di film ini sangat2 menekankan bahwa islam menghargai arti dari sebuah perasaan…ada yang layak diperjuangkan, ada yang layak ditendang atau disimpan dalam2..semua tergantung bagaimana kita menyikapinya kan!!, makanya itu aku si berharap, gak usah takut dengan adanya larangan pacaran dalam islam….karena itu buat kebaikan kita juga!!dan jangan takut cerita ke Murobi kalo merasa ada yang sakit dalam masalah hati…kayak sekh nya fahri itu, insyaAllah mereka bijak ko`…ujung2nya paling diberi petuah atau dikongkritkan…hehehehe!!

satu hal lagi, ia betul tuh kata orang yang dipenjara sama fahri. jadilah seperti nabi yusuf…uuh, aku aja gak bisa ngebayangin kesholehan nabi yusuf seperti apa. yang jelas…penjara baginya lebih baik, dibanding direbutin banyak wanita…sayangnya, ikhwan kebanyakan malah seneng ya diperhatikan banyak wanita, dipuja-puja dan bicarakan banyak wanita…yups beristigfarlah…carilah wanita baik pilihan Allah!!melewati jalur yang sebaik2nya…iA berkah buat kehidupan kelak…

ya, sedikit cacatnya film ini…ia, back to my respon dulu2…aku lebih hargain film kiamat sudah dekatnya bung dedi mizwar hehehe, secara nilai dakwah dalam film itu buat aku sangat bermakna, dan gak` dibuat-buat settingan film dan orang2nya….dan itu nyata di dekat kita, bukan di mesir sana yang mana kutau kehidupannya seperti apa. eh iya, kenyataan settingan film itu kata orang yang dah pernah ke mesir bukan di mesir lho…kenyataan di gangga (india), karena mereka gak dapat izin..kasian.

whatever, jangan juga jadi hujatan pula. karena ya yang bisa menilai baik tidaknya balik lagi ke orang per orang kita,tergantung bagaimana menyikapi…

wallahu`alam

Read Full Post »

Sang penghibur Versi aku…

padi.jpg

setiap perkataan yg menjatuhkan

tak lagi kudengar dgn sungguh

juga suku kata yg mencela

tak lagi ku cerna dlm jiwa

aku bukanlah seorang yg mengerti ttg kelihaian membaca hatiku

hanya pemimpi kecil yg berangan tuk merubah nasibnya 

oh bukankah ku bisa melihat bintang

senyum menghiasi sang malam

yang berkilau bagai permata menghibur yang lelah jiwanya

yg sedih hatinya…. 

ku gerakan langkah kaki

dimana cinta akan bertumbuhku

layangkan jauh mata memandang

tuk melanjutkan mimpi yg terrputus

masih ku coba mengejar rinduku

meski peluh membasahi tanah

lelah penat tak menghalangiku

menemukan bahagia bukankah

hidup ada perhentian

tak harus kerja terus berlari

kuhelakan nafas panjang

tuk siap berlari kembali berlari kembali melangkahkan kakimenuju cahaya…

bagai bintang yg bersinar

menghibur yg lelah jiwanya b

agai bintang yang berpijar

menghibur yang sedih hatinya 

Nyaris setiap pagi aku perdengarkan syair diatas unuk menambah ritmis adrenalin di tubuh aku :p…ya makasi yang bang Fadli secara syairnya aku lumayan suka dan lumayan menyemangati ndak terlalu mellow dan gak` bikin ngelamun :p.

Dari judul, yang awalnya aku sempat illfeel..berkesan agak negative..ya ini lemahnya..secara aku gak` faham maksud mereka menguraikan syair ini..aku siiy buat untuk aku pribadi..hehehe

Namun sungguh istimewanya, kata2 di paragraph awal2 menunjukkan suatu semangat dalam diri untuk menunjukan kekuatan pribadi..semua tentang perjuangan, usaha, dan senyuman hati untuk terus  berkarya…semacam charge semangat barangkali…

Sejenak disimak, pas kata2 bukankah hidup ada perhentian tak selamanya  kerja terus berlari, kuhelakan nafas panjang untuk berlari kembali menuju cahaya. Hmm…jadi ingat suatu hari aku leave on my status message “ya Allah very tired..”, ya hari itu sangat2 melelahkan..seorang sahabat leave on my message…berhenti sejenak ukhti…dah itu bersiap kembali (Red-Anis J)…buat aku kata2 ini nyaris mirip :p. secara hari itu gak` mungkin aku pergi bentar lakuin hal laen dan ninggalin gawean aku yang seueur pisan….tapi akupun menemukan ketenangan sebentar saat2 perjumpaan denganAllah saja..saat2 shalat yang aku coba priorotaskan apapun keadaanya….ya lagi belajar on time J(syukro n ya Niis). Subhanallah..perhentian sejenak dengan melupakan perihal kerjaan memang sangat dibutuhkan..apalagi perhentian yang terbaik kita temukan saat2 perjumpaan denganAllah..ya siapa bilang kita busy wae…tanpa rehat sedikitpun..ada ko` bagi orang2 yang pintar memahami saat2 yang terbaik…patut dicoba…sangat2 nenangin hati :p

Nah sang penghibur yang Bang fadli ceritakan versi aku ya..ya itu dia buat orang2 yang selalu bersemangat menjalani kehidupan, selalu member senyuman pada setiap orang, gak pernah bête wlo dalam keadaan cape dan ngebetein, selalu berlari mengejar  cahaya Allah diujung sana, dan ia selalu menatap kedepan dengan penuh ketekunan dan karya nyata…

Ada tambahan laen??

Read Full Post »

JALAN INI TELAH AKU PILIH

Aku akan terus berjalan  ke depan ..

Segala keraguan telah pudar seperti  menguapnya bulir-bulir embun di tengah  terik padang pasir.

Sekali lagi, mataku telah melihat ujung jalan yang sedang  aku tapaki …

 Di bawah cerahnya langit di saat angin timur berhembus aku melihat  puncak impian yang senantiasa terlukis pada goresan penaku………… 

Ada tembok baja yang menghalangi Jalanku…..tapi aku yakin hentakan kaki ini akan mengubahnya semua menjadi  kepingan-kepingan.

Ada jurang yang membatasi langkahku, dan aku bermimpi memiliki kebebasan yang akan membawaku melayang melewatinya……….. 

Waktu adalah sesuatu yang tak pasti  ada dalam genggamanMu, tapi desiran dedaunan berkata detak jantungku tak akan berhenti sebelum impian itu tercapai.

Air mata darah akan menggerus nadi…., tapi apalah artinya goresan pada jasad fana bagi seseorang yang kelak akan mengalami kematian.

Penderitaan bukanlah sesuatu yang aku hindari, melainkan sesuatu yang  harus  aku kejar.

Mungkin saja penderitaan ini adalah bukti bahwa kau sedang  melintasi jalan kebenaran.  

Setiap takdir yang mendera tubuh ini tak akan cukup untuk membuatku hanya meneteskan air mata.

Tiada lain karena air mata ini akan aku persembahkan untuk mereka yang aku cintai.  

Aku Yakin segala yang ada dalam  mimpi ini bukanlah impian atau fatamorgana … ini adalah takdir yang  akan terpenuhi….

Tiada yang mustahil jika kau bersandar  pada penyangga langit ,Dia Yang Maha Berkehendak …  

Melawan arus adalah naluri yang aku  bawa sejak lahir…Aku ingat,  dari kecil aku terbiasa dengan perbedaan…

Bahkan tanda dimataku ini….barangkali saja hanya satu di  antara seribu orang yang lahir dengan membawa tanda  ini di mataku……. 

Tak kan ku hiraukan tatapan mata dan seruan di kiri dan kanan….

Rentangkan kedua tangan, biarkan raga ini  melayang bersama hembusan  angin.  

Tak akan ada yang dapat menahan  lajuku seperti tak ada temali yang bisa  mengikat kabut.

”just for me, for everthing which desire me, keep smiles

20 Mei 2007 “

“ puisi yang tak sengaja aku simpan beberapa lama, terus lupa terus aku edit..edit…edit lagi hingga aku temukan banyak makna di dalamnya..simak Deh..:p, hm…selalu memberi Da semangat dalam menapaki kehidupan…”

Read Full Post »