Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2009

Sudah pernah dengar kisah Sahabat Rasul yang namanya Kaab bin malik? Seorang sahabat yang pernah mengalami rasa futur dalam perjuangan dakwah bersama Rasulullah SAW. Banyak hal yang bisa diambil hikmah dari kisahnya, seseorang yang tangguh, yang kuat melawan arus goyahnya iman yang  sedang bergejolak dalam dirinya. Beliaupun bersabar dengan segala kucilan, bahkan omongan sana sini atas dirinya, hingga kesenderianpun menghampiri dirinya, bahkan bukan hanya diperlakukan “diam”oleh semua orang, istrinya pun dilarang untuk menemuinya…

kisah ini awal kali aku baca dari buku yang berjudul “yang berguguran di jalan dakwah” buah karya Fathiyakan..buku buluk kecil nan lecek yang dulu aku suka iseng2 baca saat akan berangkat kuliah :D. selain kisah itu, ada kisah fitnah yang menimpa Aisyah Ra yang juga aku suka…

Kesalahan yang beliau lakukan pada saat itu adalah, saat beliau absen dalam perang tabuk tanpa alasan apapun. Pada saat itu angin malas berangkat berperang tiba-tiba muncul dalam benaknya dan ia tak kuasa menahan gejolak kemalasan itu. Padahal seorang Kaab bin Malik adalah seorang prajurit Rasulullah yang sangat Qoowy (Red-spesial) untuk memenuhi panggilan jihad, beliau tak pernah absen untuk selalu ada di barisan pertama Rasulullah. kemudian terpikir dalam benaknya, aah santai dulu sebentar karena biasanya aku bisa berlari lebih cepat dari yang lain hingga walaupun terlambat sedikit tetap saja akan ada di barisan pertama. Dan dia pun bersantai sebentar setelahnya, kemudian ia berkata, mungkin esok saja aku susul saat Rasulullah mengabsen semua prajuritnya, dan makin malas makin malas hingga akhirnya iapun tertinggal bersama orang2 udzur, perempuan dan anak2 di kotanya. Sungguh malang nasib Kaab bin Malik seorang prajurit yang gagah perkasa tertinggal pasukan perang bersama orang2 udzur.

Saat peperangan telah usai, menjadi kebiasaan sahabat Rasul saat itu untuk meemberikan kabar keabsenan masing2 prajurit. Tibalah saat Kaab bin Malik menghadap, awalnya ia berfikir bisa saja memberikan berbagai alasan kepada Rasulullah, hanya saja tak sampai hatinya mengemukakan perasaannya itu hanya diam saja yang ia bisa lakukan. Disinilah aku merasakan, keistimewaan seorang kaab yang tak pernah sombong dan berani mengakui kesalahan selemah apapun ia dinilai oleh kebanyakan orang. Padahal diantara kita barangkali, saat ditanya ini itu kenapa dan lain sebagainya bisa saja masih sempat menyombongkan diri dengan berbagai alasan yang ada, alasan sibuk, alasan sakit dan ini itu…wallahu`alam.

Atas apa yg diperbuatnya itu, beliau mendapatkan hukuman hingga Rasulullah berkata tunggu azab Allah atas perbuatan dirimu..dan Rasulullah beserta yang lain lantas men’diam’kan kaab bin malik hingga 50 hari lamanya. Karena merasa dikucilkan, Kaab bin Malik menyendiri dan bersabar atas apa yang sedang menimpa dirinya. pun saat hari ke 40, tiba2 istrinya pun diperintahkan untuk tidak melayani Kaab bin Malik. Terbayang sudah, sangat perih sekali penderitaan kaab bin malik. hinggaa tepat hari ke50, turunlah perintah dari Allah melalui Rasulullah untuk mengampuni Kaab bin Malik. hingga ia pun terbebas dari segala ujian yang sedang menimpanya.

Dari kisah ini, saya pribadi menyadari bahwa apa yang dilakukan Kaab bin Malik adalah kefuturan biasa yang bisa jadi diantara kita pernah mengalami hal ini. Manusia mana yang tak luput dari dosa dan khilaf, terlebih kita jauh dari didikan Rasulullah yang sangat dan super perhatian mendidik dan mengurus umatnya. Seringkali kita kita melambat-lambatkan hal kebaikan, beramal, dan enggan mengerjakan kebaikan. Tanpa alasan apapun yang kita miliki hanya perasaan sedikit ingin bersantai. Sayangnya, saat ini disaat hati kita sendiri dengan perasaan tak menentu barangkali tak seorang pun yang menyadari apa yang kita rasakan. Sesungguhnya, kita tidak lebih beruntung dari seorang Kaab bin Malik dimana orang2 yang menjauhkannya karena perintah Allah adalah ujung2nya justru merekalah yang menolong seorang hamba yang sedang dalam kondisi tidak baik. Namun saja, barangkali kita tak kuasa menghadapi ujian sebagaimana yang Kaab bin Malik rasakan. bisa jadi saat hal itu menimpa diri kita perasaan ingin kabur dan pergi dari orang-orang yang “hanya bisa mencemooh” melanda diri kita, bisa jadi kita berontak dan lebih futur lagi saat hal itu terjadi…

Manusia dilahirkan macam-macam sifat dan perasaan. Sayangnya saat lemah, seringkali kita ingin difahami bukan mencoba memahami orang lain sebagaimana kesabaran seorang Kaab. Bagaimanapun tidak, pengucilan orang atas dirinya ia anggap adalah ujian Allah dan ia lakukan dengan terus beristigfar dan bertasbih bertahmid kepada Allah. Tak satupun hal yang ia benci atas pengucilan orang-orang, termasuk diam yang dilakukan Rasulullah atas dirinya.

Tapi mudah-mudahan, kisah ini memberikan arti tersendiri kepada diri kita untuk lebih dewasa bersikap menghadapi kefuturan yang barangkali saja sedang melanda….

Kuntum bunga boleh layu, namun rekahnya bunga-bunga semangatharus terjaga tetap hadir di sebuah kebun…

-Aida-

Read Full Post »