Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2009

Perempuan Berkalung Sorban

Bicara tentang film perempuan berkalung Sorban. Secara ini film lumayan dah jadul…ia, baru sempet sekarang nonton ni film. Dari dulu penasaran banget, terlebih muncul kontroversi di news berbagai media.

Buat aku, film ini cukup menarik. Menarik dalam hal bahasan ceritanya, pun ada beberapa hal yang menurutku bisa jadi permasalahan dan barangkali hal inilah yang mencuat adanya kontraversi. Hal ini tergantung siapa yang nonton dan memahami sampai sejauh mana.

Hmm..kebetulan juga, aku merasa dekat dengan kultur budaya yang dimaksud di film ini. Jadi aku bisa berkomentar dan memahami semua dengan kacamata pengalaman, mudah-mudahan. Cuma agak gak kebayang buat orang-orang yang belum faham akan nilai islam seutuhnya, bukan berarti aku merasa faham ya…terlebih buat orang yg buta banget, ada kekhwatiran, isu gender nya yang lebih dibesarkan. dan isu islam ternyata begitu…Ada satu point yang kayaknya harus kita tekankan bersama-sama, bedakan kultur dengan rules agama islam!!, sepakat kan….

Islam itu agama yang rahmatan lil`alamin, buatku di islam tak pernah membedakan antara peran perempuan dan laki-laki. aku aja bangga dengan title seorang muslimah. Pun perasaan yang Anisa (pemeran utama dalam film) itu pernah aku rasakan sedari kecil :D. Namun sekarang aku faham, konteks sebetulnya bukan demikian….

Sedari kecil aku hidup di keluarga yang sedikit kurang memberi kebebasan kepada yang namanya perempuan, terlebih aku anak bungsu, dan aku dikelilingi 3 kaka laki-laki (1 lagi om kecil :)). aku seneng protes, terlebih seringkali dibedakan gak boleh maen, kemana2 harus dianter, gak boleh keluar malam, gak boleh maen ama anak cowo hehe, klo udah baligh mesti pake jilbab, gak boleh pake baju menyerupai laki-laki, gak boleh belajar nyetir mobil klo dirasa masih ada yang bisa nganter, gak boleh kost, ga boleh KP di luar kota, gak boleh kerja di luar kota…..pokoknya banyak hal yang terjadi dimana aku tumbuh dalam ketidak fahaman. Namun seiring dengan kedewasaan, kematangan berfikir, dan hidayah dari Allah semua berubah menjadi kesempurnaan dan kesyukuran tiada batasnya…

Aku ingat, banyak sekali perkataan di film itu yang pola pikirnya sama seperti didikan ibu dan ayahku. Ayah ibu memang dididik dilingkungan yang sama dengan film itu. Nah, pekerjaan yang berat barangkali mereka mendidik aku ditengah hiruk pikuk kehidupan kota, tapi subhanallah buat ku mereka sukses, aku aja entah ya gimana tar ke anak2ku…

Sedikit yang kurang sreg…

Entahlah, aku kurang faham, apa tujuan mas Hanung membuat film itu. Yang jelas pesan nya sedikit aku fahami, yah memang betul ada yang harus di ubah dari kultur orang2 pesantren. Namun banyak hal yang miss yang dirasakan oleh aku. Kehidupan pesantren yang aku tau, memang banyak menimbulkan pertanyaan terlebih bagi kita yang besar agama di lingkungan bukan pesantren terus mengunjungi pesantren? ada yang pernah merasakan hal itu?, aku sendiri seringkali merasa “heran” dengan semua yang ada. Hanya, ada satu fenomena yang dirasa, mas Hanung terlalu gegabah memberikan kesan tentang pesantren di film itu. Hal yang pertama adalah, sosok kiayi….entah ya, yang aku faham memang kiayi banyak yang keras dan otoriter baik terhadap anak maupun santrinya. Berkesan bahwa kiayi yang dimaksud dalam film itu tidak mencerminkan nilai islam secara utuh, wallahu`alam memang tidaksemua kiayi itu sholeh…cuma insyaAllah masih banyak kita punya kiayi yang lebih takut Allah dibandingkan dunia dan seisinya, terlebih ada kesan Anisa dijual kepada rekannya karena diberi banyak materi bukan karena perjodohan oleh orang tua yang dicontohkan oleh islam. dan herannya beberapa adegan, pelajaran agama mereka tidak menyebutkan konsep islam secara utuh, misalkan tentang konsep laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan, lalu saat perempuan memimpin, buatku ada alasan yang harusnya tidak perlu ditampilkan seakan2 dipaksa perempuan tidak boleh memimpin.Lagipula yang aku faham, pesantren di sekolah ataupun di mana saja punya konsep 2 kepemimpinan, laki2 bagi laki2 begitu juga perempuan untuk kaum perempuan lagi…kemudian konsep poligami, konsep ketaatan kepada suami, yah semua tidak dijelaskan secara utuh…hanya sebagian2 kecil yang miss saja…ini cukup berbahaya bagi umat islam yang belum terlalu faham..

Kesan beberapa adegan terlalu esktrim, aku sangat tidak suka. Saat satu  keluarga ada 2 istri dalam satu rumah. Setahuku Rasulullah tidak mengajarkan hal itu…setiap istri diberi satu rumah, dan lagi-lagi kiayi yang berpoligami yang aku tau mereka menempatkan istri dalam rumah yang berbeda-beda…Kemudian, konsep perjodohan oleh pihak ortu, jelas sudah betul memang dalam kehidupan pesantren itu hal biasa, selalu ada saja harapan, anak kiayi menikah dengan anak kiayi lagi. Cuma satu lagi yang miss, tidak ada pemaksaan dalam islam. setahuku dipesantren2 seperti itu harus atas keridhoan putrinya. Ya suatu hal wajar, biasanya untuk masa depan pesantren itu, generasi penerus dan kepentingan kekeluargaan dan kekerabatan. Dan yang aku kenal Alhamdulillah, anak kiayi itu rata2 ridho loh dengan pilihan ayahnya, ya karena mereka ga kenal konsep pacaran dan kenal laki-laki lain ya barangkali…

Pesantren Impian…

Iya, pesan yang dimaksud mas Hanung untuk para masyarakat pesantren harusnya dapat difahami oleh semua bukan hal yang menjadi anggapan sisi negatif dari kehidupan pesantren. Pesantren harusnya jadi agent pencetak generasi Robbani yang bisa berdakwah untuk masyarakat. Pun kebanyakan anak santri sekarang, tidak faham secara utuh dengan konsep islam yang ada. KEluar pesantren hancur sudah kehidupannya…nauudzubillah. KEmudian, pesantren juga harusnya mulai terbuka dengan pemahaman diluar. JAngan kaku menerima ilmu baru, bahkan dianggap perusak. Seharusnya klo udah percaya santrinya sholeh, insyaAllah mereka akan memfilter sendiri mana yang  baik mana yang engga. Nah kebanyakan pesantren sekarang sebetulnya bukan ga mau menerima ilmu baru, tapi kurang tersentuh dan tidak banyak tahu saja….makanya klo udah begini siapa yang salah? mereka yang tidak mau terbuka atau kita yang ga mau membuka diri??

Percaya engga, saat tahun 2004 lalu. saat liburan kampus aku pernah mondok di lingkungan pesantren. sebetulnya ini sudah menjadi rutinan aku sedari kecil…sebagai ajang liburan, ya karena memang bener liburan. klo di pesantren itu aku hanya dipersilahkan untuk bergaul dengan santri2 saja, juga nginep dirumah kiayinya yang kebetulan teman dekat ayahku. dan biasanya soal ngaji aku diprivatin aja sendiri. nah saat itu aku banyak berkenalan dengan banyak santri yang bahkan dia buta huruf latin sama sekali, padahal umurnya dah lebih dari 9 tahun wajib belajar. aku takjub, mereka bilang baca huruf latin bikin pusing mata….aku merasa sedih, dan tahun 2004 itu saat aku udah berfikir lebih dewasa dari saat pesantren sebelumnya, aku mulai membuka mata untuk memberikan bantuan alakadarnya buat mereka. saat aku ditengok ayah seminggu sekali, aku minta dibawakan buku2 novel dan majalah buatku. Saat itu aku nyaris tidak punya satu buku pun yang aku simpan di kamar semua bener2 ku berikan. Dan aku buat program saat itu untuk gemar membaca, mereka aku latih untuk mencintai bacaan agar banyak tau dan faham. mereka senang akan hal itu, selain itu aku ajarkan mereka membuat tulisan dan gemar menulis banyak cerita, tuker2 diary surat2an antara satu asrama ke asrama putri lain. Alhamdulillah itu semua mendapat restu dari sang kiayi dan akhirnya aku berhasil membuat satu ruangan yang disulap menjadi area baca, nulis dan perpustakaan. setelah itu aku masih suka rajin minta buku ke temen2 untuk dikirim kesana, beberapa temen mungkin masih inget kerjaanku yang mintain buku bekas :D…

Soal penjagaan…

Setelah melihat film itu, jangan sampai kita sebagai muslimah dalam islam menjadi punya perasaan tersingkirkan..hal ini bahaya. karena belum tentu film itu bermaksud mengajarkan hal itu…harusnya kita maju dan membuktikan muslimah tidak begitu…jangan sampai kehilangan arah, tak tahukah kita banyak banget yang bisa kita contoh dari sekian banyak shohabiyah zaman Rasulullah, mau jadi pebisnis kaya ummi khadijah, mau sepintar umi Aisyah, mau selembut Siti Fatimah, Mau sejagoan seperti Asma`, tidak ada yang pernah mematikan karakter seorang muslimah. yang jadi banyak complain dari akhwat zaman sekarang adalah, semenjak berhijab saya ko jadi pendiam dan manis-manis…hahaha, buatku Alhamdulillah dari kecil dah berjilbab biasa aja ko, mau ceria ya ceria aja, mau ngomong ya bicara aja, pun memang ada batasan untuk menghindari fitnah dan banyak hal lain. Semua adalah penjagaan, danbener banget, apa yang di film itu bilang, saat masih gadis aku merasa semua sangat terbatas dan tergantung ayah…ke jakarta aja untuk keperluan study or hal lain dianter ayah saking blw tanggungjawabnya, aku sering kasian dan gak pengen merepotkan, tapi jangan tanya ayahku seperti itu karena semata2 semua itu adalah tanggungjawab sedemikian besar dimata Allah, bukan hal yang mudah apalagi anak gadis yang tinggal semata wayangnya. Setela menikah hidupku berubah sedikit demi sedikit, yang tadinya penakut, berusaha untuk berani menghadapi semua, barangkali sekarang aku belum punya tanggungjawab melindungi, tapi kelak saat anakku hadir aku harus siap melindungi buah hatiku, so..artinya semua ada saatnya.

Makanya itu, diberi suguhan film itu, justru diriku makin bersyukur atas kesempurnaan yang Allah berikan untuk aku. Satu persatu cobaan hidup aku lewati, saat aku gak faham, saat aku bilang kenapa mesti begini begitu, kemudian semua jalannya ada dalam islam, karena buatku bener banget ISlam is my way, Rahmatan lil a`alamin..bersyukur banget wlo mungkin bertitle muslimah saja, bukan wanita keren nan cantik jelita hehehe…dan terutama untuk seorang ayah yang selalu mengajariku akan semua ini. semua ga bisa kembali aku lewati,saat2 aku protes, aku nakal, aku membantah….tapi aku ingat, hanya dengan dan berkat beliau lah izzah ku terbumbung sebagai seorang wanita yang gak pengen terkubur dan terkufur…Nau`dzubillah, akan kubuktikan buat ayah..aku akan penuhi semua hal yang kau pinta dahulu…

nyanyi lagi lagu ini yo….

Read Full Post »

Teringat masa kecilku, Kau peluk dan kau manja

Indahnya saat itu,buatku melambung

Disisimu terngiang, hangat nafas segar harum tubuhmu

Kau tuturkan segala mimpi mimpi serta harapanmu…


Kau inginku menjadi, yang terbaik bagimu,

Patuhi perintahmu, jauhkan godaan yang mungkin ku lalukan dalam waktu ku beranjak dewasa

Jangan sampai membuatku, terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya,

Ku terus berjanji takkan khianati pintanya,

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya kumencitaimu,

Kan kubuktikan ku mampu penuhi maumu.

Andai detik itu kan bergulir kembali,

Kurindukan suasana, basuh jiwaku

Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu

Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati.

Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya

Ku terus berjanji takkan khianati pintanya,

Ayah dengarlah betapa sessungguhnya ku mencintaimu

kan kubuktiikan ku mampu penuhi maumu..

Miss you, Ayah…:)

Read Full Post »

Tentang Alergi

Perubahan cuaca yang cukup drastis, akan pula menyebabkan reaksi alergi yang bermacam-macam. Termasuk hal ini terjadi pada diriku saat awal kali menginjakkan kaki di negri Gingseng. Saat ini di Korea sedang musim semi (Spring times) dan akan mulai beranjak ke musim panas (summer) di bulan juni nanti. Awal aku kesini cuacanya cukup cerah, namun jika hari beranjak malam dan pagi hari menurutku cukup dingin juga. Awal aku kesini memang lagi Flu karen a munkin kecapean mempersiapkan keberangkatan, hehe heran ya..Alhamdulillah lolos tes kesehatan saat di Bandara kan lagi musim swine flu tuh, karena saat itu flu nya baru awal2, n di pesawat aku ga minum jus dan minuman lain kecuali air putih aja. Secara tenggorokan dah gatal banget, mmh…saat sulit itu Alhamdulillah dah terlewati :).

hmm..Hari-hari awal aku disini, keesokan harinya mulai meler dan batuk-batuk gak jelas. dengan berbekal obat-obat dari indonesia Alhamdulillah 3-4 hari dah baikan. Satu minggu terlewati, tiba2 perasaan dingin itu semakin menjadi. Ditambah lagi klo malam dan pagi hari di bagian badanku berasa ruam-ruam merah dan gatel bintik2 kecil. Rasanya gateeeel banget. mmh…menurut referensi suami, Aida sedang mengalami adaptasi cuaca. kemudia dia kasi aku lotion yang biasa dipake orang sini klo cuaca berubah. konon kabarnya klo cuaca berubah, orang-orang sini mengalami hal yang sama seperti yang aku rasakan saat itu. semakin hari semakin aja aku rajin menggosokkan lotion itu ke bagian yang gatal. Terutama selepas dari toilet, mungkin langsung dingin dan berasa sangat gatal. Pun, lain waktu aku ke air suka nyalain heater, hanya untuk berwudhu atau buang air, tapi kan klo melulu pake heater kadang repot juga :(. Gatal-gatal itu sampai saat ini masih suka muncul, padahal aku berusaha memakai lotion sebanyak mungkin.

Akhir minggu kedua, subhanallahnya koq aku mendadak terserang Flu kembali. Tiba2 badan terasa ngilu2, dan tenggorokan sakit. mmh, Aku pikir maybe I should get my periode, mungkin ini bawaan aja. until I got my periode, my body isn`t get better. bahkan, batuknya klo malam tambah parah dan hidung meler juga. Namun, hal tersebut terjadi saat malam hari tiba hingga pagi hari saja. Siang hari, mungkin karena banyak aktifitas sedikit lupa. Dan malam hari kadang sampe mengganggu aktifitas tidur my hubby gara-gara batuk aku. huhu..I`am so sorry for here that, I don`t know, on my history, I can`t have an allergy reaction before.

Baca-baca referensi allergy, sebenernya aku curiga ada reaksi allergy dalam tubuh aku. terlebih aku biasa hidup di negara tropis dan baru kali ini hidup di negara subtropis. Alergi merupakan suatu reaksi tubuh kepekaan abnormal akibat terpapar sesuatu atau zat tertentu yang bersifat allergan. Dalam sejarahnya, dalam hal makanan tak pernah aku alergi, bahkan cuaca indonesia sedingin apapun. Aku pernah intership selama 1 bulan di cisarua lembang yang dingginnya hampir sama sedingin musim semi di korea, namun tak sampai begini. Allergy juga bisa merupakan penyakit keturunan, jika ayah atau ibu punya riwayat alergy, 10-30 % anaknya akan mengidap alergi. Terlebih jika ayah dan ibu alergi, potensi diturunkan pada anaknya akan lebih berarti juga. Nah kebetulan, dari analisis hal tersebut aku inget, satahuku cuma ibuku yang punya reaksi alergi dirumah. klo udara dingin, ibuku suka biduran (kaligata) dan cukup sensitif dengan obat2an tertentu. Hal tersebut diketahuinya saat mama operasi kelenjar di bagian lehernya saat aku kelas 4 SD. mama diduga sensitif terhadap beberapa obat yang menimbulkan ruam ruam merah pada kulitnya. Dan dikeluarga ku, tidak satu pun anaknya yang  sesensitif mamaku terhadap cuaca ataupun obat2an tertentu. kita semua baik-baik saja, namun dalam hal golongan darah secara hanya aku saja yang punya golongan darah sama dengan mamaku. Semua kaka mempunya golorang darah mirip dengan ayah. subhanallah kan…

balik lagi ke cerita alergi, saat aku browsing hal ini di beberapa web. Aku akhirnya faham, reaksi alergi adalah keturunan. Karena mempunya tipe darah yang sama dengan mamaku, bisa jadi aku pun mengidap alergi yang sama dengan mamaku. Lalu kenapa hal tersebut baru berasa baru-bau ini. Yang aku faham suatu reaksi alergi, terlebih suatu agent yang diturunkan memang tidak akan timbul jika tidak ada pemacu hal tersebut. Nah, stimulus itu baru ada saat ini, so…aku kudu sedikit aware dengan hal tersebut.

lantas apa yang harus aku lakukukan. Secara hal ini hanya sebatas analisis biasa aku saja, haha…aku ga berani check up ke dokter. aku pikir, ntar juga iA sembuh. pengennya…yang pasti, jaga makan dan vitalitas tubuh saja. bener kata my hubby jangan minum yang dingin-dingin, banyakin minum yang anget-anget. Dan biasakan pake baju yang tertutup walaupun di dalam rumah. Hal lain juga, seharusnya aku bisa berolahraga…hm, hal ini sedari awal pengen banget. pun belum kesampean dan belum dapat restu jalan-jalan sendiri disekeliling kota :).hal lain yang harus diinget, kadang alergi itu penyakit sugestii belaka…klo aku gak berasa sakit iA pasti sembuh, kuncinya mind and body harus selaras dengan baik.

Semua hal adalah pembelajaran. masih spring da belum winter….aku mau lebih sehat  kedepannya.

cheers up 🙂

CIMG4582Spring di kampus Yeungnam, hmm bagus yah 🙂

Read Full Post »

Jalan-jalan :)

Alhamdulillah,minggu kemarin sempetin jalan-jalan sama my hubby ke Downtown Daegu. Akhirnya aku merasakan indahnya alam lain selain Indonesia. Aku berangkat pukul 9 waktu Korea, jam segini ukuran orang sini masih terlalu pagi untuk berangkat. Tapi karena dikejar waktu sorenya mau ada acara welcome party bareng orang indonesia, jadi mesti pagi. Rencananya, hal utama tentu mencari keperluan apartemen baru kita, sekaligus jalan-jalan liat kota Daegu juga nyobain kereta subway, dan menikmati alam disini.

subwayStasiun  kereta subway, cukup bikin aku terpukau. Subhanallah manusia sini dah bisa bikin segini canggihnya ya :). kapan jakarta punya subway ya, boro-boro bikin subway, air aja dah ga ketampung di gorong-gorong jakarta…semua tertata rapi, dan ini ceritanya masih pagi, tapi tetap saja lalu lalang orang untuk mengantri tampak rapi tidak rebutan.Hebatnya tidak terlihat sampah sedikitpun disini, entah ya orang2nya gak demen makan dijalanan juga dan ga ada pedagang asongan. tukang minuman semua pake mesin. Subhanallahnya tidak seperti antrian tiket dijakarta, terlebih di jatinegara yang tampak kumuh :p. Disini tidak tampak antrian tiket,masing-masing orang udah punya kartu transport yang bisa dia isi untuk naik kendaraan umum, jadi semua tinggal gesek aja.  Masuk ke dalam kereta juga disediakan khusus bagi penyandang cacat, lansia dan wanita hamil. herannya pun yang bersangkutan ga ada, tak satupun orang menempati tempat itu. Tidak seperti di indonesia, di busway jakarta udah ada tapi tetep aja karena rebutan dipake2 aja. shelter awal karena aku terletak di ujung kota Daegu jadi masih sepi bisa foto2, masuk shelter kedua dan selanjutnya tampak orang berdatangan dari semua arah, dan aku menjadi sorotan pandangan mereka semua. Dari awal menginjakkan kaki di Korea itu tantangan buat aku sebagai seorang muslimah. no problem Da, keep smiling aja hehehe….herannya cuma nenek2 aja yang berani menatap dan menyapaku sambil berbisil-bisik , Annyong Haseyo….aagh, lucunya mereka 🙂 aku bukan boneka nek….

sampai di Stasiun Daegu city Centre, aku kembali takjub mmh..biasa aja si kayak mall-mal gede di jakarta. tapi banyak sekali artis yang kaya di film2 korea aku jumpai, hehe. tepatnya seperti artis…aku suka aja liat style mereka attractive banget. Dasaaar….biasa aja koq kayak mall, ada sale gede2an, banyak orang, dan wangi makanan hehehe…

keluar mall Lotte, akhirnya liat jalanan di Daegu city center…ada pemandangan cukup menarik, tapi ga berani aku foto…hehe takut tersinggung. ada 1 keluarga yang jualan di pinggir jalan, anaknya kurus2 banget, tangan dan kakinya kecil banget, aku pikir mereka pengemis. ternyata diam2 salah satu anak mereka mengeluarkan hp dan ibunya sibuk mengeluarkan barang dagangan. Depan Daegu city center tepatnya di Downtown itu memang ada pasar tradisional, dan sedikit sama dengan indonesia, yang jual orangnya biasa aja dan banyak tawar menawar dimana-mana.

Berhenti di sebuah taman, Daegu Park. Bersih banget…banyak burung merpati dimana-mana…nah disini baru aku bisa mengambil beberapa picture buat oleh-oleh mama bapak di Bandung. hehehe…

1CIMG4841CIMG4842

sepanjang jalan aku gak nemu puntung roko, bahkan daun-daun berserakan pun tak ada. mmh..kapan rakyat indonesia bisa begini ya….

Sehabis ambil pic di taman, jalan-jalan cari baju yang lagi SALE. hehe nambah2 kebutuhan juga, soalnya jarang2 ada SALE. Dan seperti biasa mengunjungi toko Daeso. Toko Daeso itu klo di Bandung mirip serba 5000, klo disini harganya berkisar 1000-3000 KRW. tapi segala ada terutama kebutuhan rumah tangga. Selepas darisana, karena laper dan ga mungkin makan sekenanya, kita jalan ke warung indonesia. so, kali ini makan diluar tanpa kimchi…menu wajib masakan korea.

CIMG4555 Sampai di warung Indonesia, happy banget ketemu baso dan rendang. pun harganya berkali-kali lipat mahal dibandingkan beli di Indonesia. Dan rasanya juga sekenanya….gpp deh yang penting bisa ngobatin kangen. Aku berkenalan dengan yang punya warung, namanya Mba Ratih beliau WNI yang menikah dengan Warga negara korea dan bisnis warung ini. Jangan anggap ini mudah, karena untuk bikin usaha di korea pajaknya gede banget, so harga2 disini sangat melambung tinggi. selain jual makanan asli indonesia, dari mulai baso, rendang, soto, nasi gudeg, indomie,juga minuman kopi, bandrek, dan buah2an. Disini juga dijual produk indonesia yang sudah ada izin import dari indonesia, harganya tentunya 10 kali lipat minimal harga di indonesia. contohnya kemiri aja, yang di indonesia 1 0ns bisa 1000an lah, hehe gatau ga pernah beli kemiri. disini 10 biji aja 3500won, setara dengan 35000…Yang aku beli kebutuhan pokoknya yang sulit dicari, kaya ayam dan daging halal, pun saat itu stocknya dah habis :((. wanted banget soalnya, so aku cuma mampu beli baso satu bungkus. untuk beli produk halal ada juga di toko pakistan,namun lokasi nya aga jauh dari aku jalan-jalan..so kapan2 lagi aja ya Da makan daging dan ayam, cheeeers!!

Alhamdulillah, segalanya patut aku syukuri sebagai warga negara Indonesia dan warga muslim yang cinta tanah air dan agama sendiri. perjalanan pulang, disapa seorang bapak2..dia nanya, Assalamu`alaikum akhi…(ke suami), are you muslim?? where are you come from? we are indonesia jawab suami, Do you student? hehe langsung ketahuan deh…trs dia bilang Barakallah, goodluck akhi…mmh, herannya tuh orang yang nanya bukan orang timur tengah, wajahnya korea banget…yah barangkali memang dia muslim. tapi seneng finally ada juga ya yang nyapa….

aku mau bersyukur, atas hari indah yang Allah udah beri buat aku, pengalaman ini menjadikan aku semakin cinta agama dan tanah airku….saat semuanya sulit, semua membuat kita bangkit dan kreatif menjalankan hari. Wallahu`alam bishowab….hmm, jadi kangen Indonesia. Terlebih ama bandung…

Read Full Post »

Alhamdulillah, udah 1 pekan aku lewati hari-hari ku di ranah baru. suasana hatinya gak bisa dibayangkan, antara seneng terharu dan kalut…maklum, baru ngerasain jadi seorang full housewife tanpa beban apa-apa. Tapi aku harap, kedepan mampu memikirkan akan menjadi apa harus gimana dalam mengawali hari-hari penuh impian.

mmh, view place yang  paling nyaman buatku saat ini yang rumah 1 ruangan ini. walaupun tampak sederhana, tapi insyaAllah cukup buat sarana aku belajar banyak. Aku tinggal di sebuah apartemen 1 ruang di kota kecil namanya Gyeongsan. Alhamdulillah, mulai saat ini menyentuh hal-hal yang sebelumnya tidak full aku kerjakan sendiri seperti memasak, beresin rumah, dan memanage segala kebutuhan rumah tangga. Semua awal-awal berasa cukup sibuk, mungkin memang gak` biasa hehe..cuma kedepan harus terbiasa. Setiap hari suami pulang saat makanan dah tersedia, setelah itu dia balik lagi ke kampus hingga larut malam bahkan tengah malam. at least diriku mengisi hari-hari sendiri berkarya dan  belajar dalam rumah ini.

Sama halnya, seperti yang lain. memanage rumah tangga di luar negri jauh dari sanak saudara bukan suatu pekerjaan yang mudah. butuh waktu buat mengenal alat-alat rumah tangga yang full tulisan korea :D, berikut bumbu-bumbu masak yang ga ada di korea juga sayur-sayuran yang baru aku kenal. Gimanapun, aku semakin senang browsing resep masakan di internet, Alhamdulillah moga menjadikan aku lebih kreatif dalam menyusun menu. aku belanja ga jauh dari lokasi rumah, sekitar 200-300 meter. paling banter ikan yang paling aman dikonsumsi dan aku bisa ngolah sendiri 😀 adalah ikan, cumi, udang ama kerang. klo ayam dan daging berlabel halal harus beli di warung indonesia yang lokasinya kira2 45 menit pake kereta subway dari rumah. ada juga di Toko pakistan, yang lokasinya dekat mesjid Daegu, namun sayangnya belum pernah aku kesana. Jadi rencana beli ayam beberapa pekan sekali aja, klo suami lagi ada dirumah :). Soal sayuran, aku biasanya cari aja sayuran warna hijau merah, putih, kuning dll…yang penting ada perwakilannya dan murah harganya. untuk Buah, buah2an di korea lagi mahal harganya :(, so aku ganti dengan beli jus. klo minuman jus lumayan murah harganya, juga susu sebagai asupan tambahan.

Aku lagi perkirakan, berapa kira-kira uang belanja yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan 1 bulan. Jangan sampai lebih dari gaji suami dari Lab, juga aku mesti sisakan beberapa lembar won untuk menabung. Tabungan kami dari indonesia sudah sedikit demi sedikit terpakai untuk kebutuhan mengisi rumah baru :D…mudah2an masih cukup untuk bekal kedepan. Terutama untuk persiapan winter, biaya pengeluaran bulanan meningkat tajam. karena smua pake teknologi apartemen, terutama gas buat heater juga air panas. dan mumpung sekarang mau masuk summer, kita kudu hemat dan memanage semua dengan baik.Selanjutnya, kalo kira-kira gak cukup, mau gak mau…aku kudu usahain beasiswa aku….

Menjadi housewife adalah kewajiban seorang akhwat muslimah yang udah berkeluarga. ALhamdulillah, detik demi detik pekerjaan adalah ibadah buat aku. karena ini ibadah aku juga gak boleh asal-asalan mengerjakan semua. gak` berasa satu minggu udah berlalu, kedepan inginku menyempatkan membuka buku dan memikirkan masadepan aku. Tak putus harapan sampai disini untuk belajar, minimal belajar bahasa dulu…aagh, kapan aku memulai semua??

My Room, 18 MEi 2009

Read Full Post »

Alhamdulillah, setelah sempet terkatung-katung antara jadi berangkat bulan Mei ke korea atau tidak, seminggu sebelum aku berangkat segala urusan visa baru rampung. Bayangkan dong, mau berkeluarga di luarnegeri baru packing-packing n beres2 H-7 hari, saat itu beneran deh dari mulai urusan kerjaan kantor hingga perbekalan perbekalan. tapi Alhamdulillah masa-masa itu sudah terlewati…

Sampai di korea, hari Ahad jam 7.20…haha, saat itu masih ga percaya aku dah ada diluar indonesia. Liat orang model2 korea dah banyak kali ya di Indonesia, jadi berasa biasa aja…lagipula hari itu minggu pagi belum banyak orang berkeliaran. hmmm…yang paling beda adalah budayanya, di petugas bandara korea cuek2…melihat aku yang kerepotan angkut barang ke Troli  malah pada ngeliatin aja…ya resiko, ga masalah juga :). tapi aku ketemu rombongan malaysia, satu pesawat katanya..cuma aku gak ngeh..Alhamdulillah serasa ketemu sodara sendiri :).

Keluar bandara Inchoen (deket Seoul), aku masih harus naik Bis ke Daegu. Diurus ama temen suami, aku dapatkan 1 tiket dengan harga 32000 won, klo dirupiahkan 320 ribu rupiah..wah jangan main2 dengan harga rupiah klo disini bisa stress kita. Bis disini juga, tertib sangat tertib. Drivernya ber Dasi, kayak busway gitu, dan untuk ukuran bis luar kota paling nyaman dibandingkan bus yang pernah aku  naiki. Ternya Inchoen – Daegu tuh jauh banget, kata temen suami sama aja jarak jakarta-semarang. perjalanan 4-5 jam kami lewati dengan sabar…Subhanallah liat pemandangan korea, jauuh lebih indah negeri kita sendiri. Mungkin klo soal tataannya memang bagus, semua tampak rapi dan tertata. Tapi tak satupun pohon tinggi yang melingkupi jalan aku temua…gersaaaang banget. Paling banter perdu (pohon kecil) yang kutemui disini. terus lagi aku penasaran orang-orang pada kemana ya?? jalanan sepi tanpa macet, dan semua berjalan lancar. Setengah perjalanan Bis berhenti untuk istirahat, kami diberi waktu sebentar untuk makan dan ke toilet. Sayang waktu itu entah kenapa males aja untuk beranjak. Jadi aku lebih memilih istirahat di dalam bis. Lagipula yang bikin malas, ke toilet di tempat seperti itu tetap saja ga ada air…

Jam 14.30. akhirnya sampai di Daegu. Dari Daegu Alhamdulillah bisa ketemu lagi ama suami. Dari Daegu masih harus naik Taksi lagi untuk nyampe di Gyeongsan, mungkin perjalan 20-30 menit lagi dari Kota Daegu. Saat sampai di depan apartemennya masih terbengong-bengong…mh, serasa di dunia lain, semua pake bahasa korea…dan bangunan-bangunan yang asing…mmh ga nyangka ga nyangka :).

Ini awal dari semua aku belajar, bahwa semua hal harus aku perjuangkan. Gak semudah dan sebanyak orang mau bantu seperti saat aku di tanah air. Mengawali berumah tangga di negeri orang lain, adalah perjalanan indah yang akan aku lalui. dengan berharap hanya pada Allah Semata semoga segala pertolongan dan perlindungan tercurah untukku dan keluargaku…Bismillaahirrohmaanirrohim

10 MEi 2009

Read Full Post »