Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2008

“Die Tochter”

Das ist die Tochter von cem gül. ihr Name ist Hanna (pura-puranya :P). Hanna ist Schülerin in der Grundschule. Sie ist 8 Juhre alt. Sie kommt aus Türkei. Sie Wohnt in Deutschland mit ihren Eltern.Ihre Eltern arbeiten in Deutschland. Sie liebt ihre Familie in Deutschland. Sie hat ein rotes kopftuch . Sie hat auch eine Puppe in ihre hand. Ihre Puppe trägt auch ein kopftuch. Ihr Hobby ist Puppenspielen.

Lucu banget ya :))….

itu cuplikan PR aku kemaren yang aku buat sehari sebelum ujian pertama ku di Goethe. entah kenapa, suka banget ma gambarnya. jadi memudahkan aku berimajinasi..

well, dah hampir 2 minggu Lerne Deutsch. wah Do the best aja ai..walau gtau gimana entar jadinya :P…hihihi bikin confuse klo dipikirin….

ingetin ai, klo Allah ga akan sia-siakan apa yang pernah aku lakukan. karena hidup merupakan rangkaian skenario untuk mencapai masa depan…

Read Full Post »

Optimalisasi Peran….

Alhamdulillah, Ahad pekan ini menyempatkan ikut Seminarnya Bu wirianingsih (Ketua PP Salimah) dan Ibu LEdia HAnifah (Ketua Bidang Keakhwatan PP PKS) di GOR Bulungan Jakarta. Sembari mencari ilmu, charge Ruhiyah, silaturahim ma orang-orang, subhanallah banyak banget yang aku dapet di hari ini.Termasuk pergi sendiri Dari Bogor, mampir Ke kostan dan langsung pergi Ke Blok M pake busway sendiri….hehehe

Dari sekian banyak point penting yang bisa aku ambil. Ada banyak hal yang ingin aku kemukakan. Yang pertama about Nilai-nilai islam, dari pemebelajaran, penanaman, implementasi hingga pencapaian dan transfer ilmu. Dari mulai individu-keluarga hingga bermasyarakat. Dari sekian banyak itu di tarik kesimpulan ke masalah Dakwah keluarga yang di rasa urgen banget untuk di fahami oleh semua orang yang merasa bagian Dari dakwah.

Bu wiwi bilang bahwa Dakwah adalah seebuah keniscayaan, bagi orang yang udah faham urgensinya. Tak mengenal ia siapa, seorang pelajar, mahasiswa, ibu rumahtangga, karyawan yang super busy, seorang bapak, ibu, khadimat, bahkan kakek nenek sekalipun. Karena Dakwah meliputi seluruh aspek kehidupan.

Ditarik ke masalah Dakwah Muslimah, menurut mereka adalah urgen saat kita tau, bahwa jumlah kader akhwat lebih banyak disbanding ikhwan, perempuan lebih banyak di banding laki-laki secara umumnya. Oleh karenanya, dakwah Muslimah adalah sebagai pemegang pilar tegaknya Kebangkitann Umat. Luar biasanya seorang Muslimah, karena perannya di rumah, menciptakan generanis Robbani, keluar dia berdakwah sesuai profesi masing-masing akan menjadi sorotan dalam dakwah islam di masa yang akan datang. Sarana qudwah muslimah yang punya peran, banyak di temui di kalangan shohabiyat. Artinya, sudah banyak contoh, kesempatan dan kekuatan tinggal komitmen untuk dilaksanakan.

Namun peran muslimah sangat tergantung dengan sinergitas peran seseorang yang menjadi Hak Walinya. Sebagai contoh, masih banyak orang tua yang melarang anak gadisnya sekolah tinggi-tinggi, melarang anak gadisnya untuk bekerja dan berkarya menggapai cita-citanya dengan alasan khawatir. Masih banyak suami yang EGOIS menginginkan istrinya selalu ada di rumah melayani kebutuhan pribadinya, menjaga anak-anaknya sehingga potensi si akhwat yang tadinya sangat besar saat belum menikah menjadi terdiskritkan karena terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga. Padahal hal tersebut masalah kecil yang bisa mengacaukan kerjaan dakwah secara lebih global.

Hm..buat aku si ini fleksibel ya, siapapun akhwat itu ketika dia memilih ingin di rumah atau akan bekerja,yang penting adalah seorang Da`iah merupakan sebuah keniscayaan saat ia harus juga keluar rumah, dan mengurus segalanya di rumah dengan baik. Yang penting adalah, seperti bu wiwi bilang optimalisasi peran akhwat di rumah 80 % di luar 20 %, jadi tetap saat sikond tertentu ada skala prioritas. Kisah shohabiyah zaman Rasulullah tidak pernah ada ceritanya cerai karena kesibukan di luar. Bahkan kisah yang sangat bikin aku haru seorang Asma yang di juluki seorang akhwat yang punya 2 sabuk, saat ia hamil dia relakan perutnya menyeret perlengkapan logistik untuk di bagikan kepada Prajurit Rasulullah, san satu sabuk ia pake untuk menahan perutnya yang besar. Subhanallah, yang aku tau..suami seorang akhwat bahkan akhwat yang tengah mengandung sekalipun biasanya ia jarang mengambil porsi dakwah cukup besar, banyak izin dan banyak dilarang suaminya…karena terlalu beresiko si memang, namun Komitmennya pada Allah pada Dakwah..tidak ada setangguh seorang Asma….

Di sesi ini banyak di bahas tentang Problema akhwat bekerja. Sampai bu Ledia memberikan 3 point penting untuk akhwat untuk mengambil pekerjaan. Yang pertama adalah pekerjaan itu harus bisa meningkatkan potensi diri si akhwat, jangan sampai dia bekerja karena pelarian gak betah/bosen di rumah…Nau`dzubillah, kedua adalah harus menghasilkan Ma`isyah..dimana ia bisa infaq sendiri tanpa izin ke suami, membeli kebutuhan sendiri untuk keluarganya dan sedekah ilmu peran dia di masyarakat dll, yang terakhir harus ada peluang Dakwah…Lalu bagaimana tentang akhwat Jarum super (jarang di rumah…hihihihi), pergi pagi pulang malam untuk bekerja dll…yah harus mengacu ke 3 point tadi dan yang penting kompromi dengan si Wali..dibicarakan enaknya, penyelesaiannya…dll

Dari banyak hal yang dibahas, berujung pada peran dakwah keluarga sebagai pilar kebangkitan umat. Kesuksesan umat bisa jadi ada di tangan akhwat dan tangan suami yang rela bersinergi dengan para aktivis muslimah. Peran muslimah juga yang menguatkan azam dengan 80% dan 20% yang tadi saya bilang sebelumnya, intinya semua harus beres …

Kalau dipikir memang akan sulit, tapi aku pribadi sangat percaya…banyak orang yang bisa. Sebagai contoh, ibu Wiwi sendiri, Ibu Nunu, Ibu ku sendiri hehehe, ibu Marwah Daud, dan banyak perempuan muslimah yang sibuk dan sukses dengan mendidik anak-anaknya. Tidak mendisktritkan juga, diluar itu banyak juga ibu yang di rumah full anak2nya juga lebih sukses dan hebat-hebat begitu juga keduanya bisa berbalik arah. Artinya semua gak` bisa di generalisir tergantung dari kualitas ibunya…

Kalo aku sendiri, insyaAllah udah nyiapin konsep mendidik anak dan membangun dakwah keluarga. Buat aku yang penting ke anak tanamkan akidah dan ikhlas karena Allah, caranya bekali mereka dengan AlQuran dan pemahaman akidah yang baik. Ke depan tuntutannya akan sangat besar, aku ga pengen..anak aku nanti sangat terpaksa ketika ia ingin sekolah di SD umum sedangkan kita Ortunya lebih pengen ia sekolah di SDIT. Aku pengen mereka ikhlas emnuntut ilmu, belajar, dan beribadah bukan karena aku ibunya..dan hal lain. Saat aku punya peran di masyarakat, aku bekerja dan jadi bagian untuk bangun bangsa ini tiada lain karena aku ingin jadi tauladan buat anak-anaku. Rasanya ada yang kurang secara siapa yang gak` pengen anak2nya sukses sedangkan kita sendiri ga menunjukkan kesuksesan itu di mata mereka. Ibuku juga suka bilang hal itu, mama bilang..mama dulu bisa pasti aku lebih bisa !!…sedangkan masalah optimalisasi peran adalah keniscayaan, di rumah dengan seabreg peran itu adalah kewajiban…tapi komitmen ke Allah yang kuat aja untuk mengerjakan semua dengan baik..itu saja yang harus ada…

Wallaahu`alam

Read Full Post »

Alhamdulillah, udah jadi rutinitas sehari-hari aku sempetin shalat Duha saat Pause di tempat les aku.Hmm kebetulan biasanya aku memulai semua sendiri dengan kebiasaan yang berbeda dari orang2 disini. Mushola yang lumayan kecil tanpa hijab antara ikhwan akhwat, tempat wudhu yang ga di pisah, membuat aku kudu ke toilet buat berwudhu dan toilet yang super bersih tanpa basah, hingga wudhu di washtafel ampe harus naik2in kaki..hihihi….diliatin orang2, wah akhwat apa karaterin ya…hehhehe

Obe disini baek2 ko…cuma mereka heran seraya memperhatikan, si mba ini klo masuk toilet klo selau ditutup rapat padahal cuma di washtafel…yah aku mau wudhu pak..maaf, sampe harus minta izin jangan di buka dulu…yah maklum lah, banyak bule dan banyak orang yang belum faham, tiap wudhu di liatin orang – orang…

Hari ini spesial buat aku, ia si..biasanya jam shalat Duha aku berbentrokan dengan para OB bersiin mushala.mereka selalu ngeleiatin aja aku shalat Duha, wah aku kan jadid heran. tapi kuat2in aja..ya Allah masih indonesia Da belum Jerman…aku mau shalat sendiri tanpa diliat orang2…jadi sedih. oh ya di Goethe sini sepertinya hanya aku studenten yang berjilbab panjang…doain ya!! namun semua berkah berawal dari shalat Duha ini…

satu persatu temenku nanya, aida suka kemana si pas pause..dan one day, seorang temen ikut shalat juga. Yang lucu kisah OB juga..ya Allah aku berdoa untuk OB yang ini, OB yang suka liatin aku pas lagi shalat Duha. biasanya kondisi mushala masih lowong kalo pagi, mereka belum siapkan sajadah buatku shalat. aku si gak masalah, bisa gelar sajadah sendiri kan. tapi suatu hari, ada suatu yang lain. tiba2 pagi yang cerah itu sudah terhampar sejadah buat aku dengan arah yang sedikit berbeda dari biasanya. dan satu mukena bersih buat aku…aku ampe tersenyum sendiri. kemudian dia ngeliatin, mba udah saya siapkan sajadah buat mba, kemarin2 mba sediki salah arah harusnya miring ke kiri. aku ampe bengong..oh ya makasi ya Mas…

hmm…pagi yang indah banget dan tepat untuk memanjatkan syukur, Da bertahan ya…dengan dinamika ini kedepan barangkali lebih sulit, tapi Da harus berusaha…semoga istiqomah dengan amal yaumian ini….

Wallahu`alam

Alhamdulillah

Read Full Post »

Older Posts »