Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2009

Episode Sabar….

Apapun itu yang terjadi sama kita insyaAllah adalah hal yang terbaik buat kita, insyaAllah ada hikmah yang patut dipelajari didalamnya, insyaAllah adalah adalah proses pematangan pola pikir, pematangan diri dan pendewasaan pribadi….yang pasti Allah ingin hidup kita lebih berkualitas.

Empat bulan mengarungi kehidupan Rumah Tangga Aida, Aida juga gak` faham…kapan ya aku bisa diamanahin punya momongan, or hidup bahagia bersama suami seperti layaknya kebanyakan orang. Suami Aida bilang, semuanya gak` bisa tiba-tiba ada tanpa usaha dan kesungguhan. Karena itulah, rasanya bukan suatu hal yang Aida mesti disesali, Aida terbenam dengan banyak kesibukan, dalam rangka pensejatian diri sendiri, dalam rangka pengokohan jiwa dan menguatkan diri…pokoknya banyak hal yang udah terjadi…

Suamiku, berangkat untuk study S3 sebulan yang lalu…baru sebulan Da, tapi rasanya waktu demi waktu Da rasakan sudah begitu banyak yang terjadi. Rasanya seperti kehilangan separuh jiwa, ya iya lah karena kita memang sudah ditakdirkan satu jiwa…mmh, tapi aida sendiri ga mau mengurai satu persatu hal-hal yang khawatirnya membuat aida tampak tidak Ridho akan jalan yang Allah pilihkan buat kami, Aida mau jadi orang kuat ya Allah..semoga Aida sanggup menjalani ujian ini…amien.

Aida jadi sadar, sekarang hidup udah berdua gak` bisa lagi segalanya maunya aida sendiri. Klo suami sulit aida mau jadi bagian dari kesulitannya. Segalanya harus dipikirkan untuk jalan bersama, masa depan, karier, jalan hidup dan banyak hal di depan sana….tapi aida yakin, ternyata berjuang untuk cinta sejati ini banyak hal yang membuat aida makin yakin, Allah Maha Pemberi Rezeki banyak hal yang Allah kasi tiba-tiba dan segalanya berjalan begitu aja..pun harus melewati rintangan terberat saat ini, uugh bisa gak` ya…Kadang aida sendiri gak sanggup untuk berfikir Aida bisa….

Banyak hal yang tiba-tiba, Aida sadar. Kamu gak` sendirian menjalani kehidupan itu Da…tiba2 aida merasa dikelilingi orang-orang yang mengalami hal yang sama dengan apa yang aida rasakan, aida alami dan tiba-tiba semua itu memberikan kekuatan tersendiri buat aida. I know…I must pass this exam…

Seorang sahabat lama yang tinggal di US, tiba2 mengirim cerita menarik buat aku…beliau terpisah dengan suami nyaris 2 tahun, yaa…gimana engga, beliau ditinggal saat beliau harus s2, saat beliau hamil muda dan banyak hal yang mesti beliau hadapi. Wah, Aida jadi tau…ternyata Allah menyiapkan kekuatan seorang wanita supertangguh seperti beliau. Dia cerita disaat dia sendiri hidup di bandung, tanpa sanak sodara, hanya ditemani seorang bayi yang ada di rahimnya…kayak titipan ilahi gitu deh, belum lagi hadapi kuliah dan kerja proyekan untuk nambah2 uang saku…uugh sedih banget ya?? Sampe cerita dia benci ma angkot, karena suka menstimulus morning sick dia, sampe saban hari dia jalan dari tempat kost ke kampusnya….dan pas deket hari H dia kudu melahirkan jauh di luar pulau karena permintaan sang suami….beres melahirkan, perjuangan belum berakhir…lha tau sendiri visa US ga sembarangan, sambil ngurus baby, sambil beresin kuliah, dia juga mesti belajar TOEFL untuk Menuhin syarat buat visa, dan dia juga berfikir, kali aja klo bisa dpt beasiswa bisa cpt nyusul suami…dan banyak cara yang dia lakukan untuk menenangkan hatinya yang seringkali seperti kehilangan arah. Episode itu, ternyata yang pada akhirnya menjadi rekor episode paling banyak nangis semasa hidupnya…padahal, sebelumnya dia terkenal sangat tangguh….

Dan entah kenapa, tiba-tiba aku bersahabat dengan seorang Ibu. Ibu tersebut datang dari daerah kecil di Indonesia untuk kuliah S3, dia tinggal bersama anak n anaknya yang baru saja ia lahirkan di kota ini. Lalu kemanakah sang ayah, ternyata sang ayah sedang mengikuti kursus bahasa sebagai persyaratan beasiswa di UK. Sedang si ibu karena mendapat tugas belajar sebagai abdi Negara ya mau gimana lagi…semua harus dijalani. Ibu tersebut saban hari kuliah, mengurus anak semua ia lakukan sendiri. Tapi subhanallah aku mendapat banyak spirit dari beliau, yang intinya…semua harus dilakukan dengan ikhlas, gak perlu disesali..karena pertolongan Allah disaat beliau pun terhimpit dengan tugas dan banyak hal, selalu aja ada jalan keluar….

Aku juga punya seorang sahabat, beliau menikah agak telat saat kurang dari 1 tahun lagi beliau berumur 30 tahun. Dan saat itu beliau sedang s2, dan sang suami kerjanya ngefield nomaden mode gitu…Aku juga kadang gak ngerti, kenapa ya mereka berjodoh, padahal sulit atuh klo dipikir2…kenapa gak cari yang gak berkendala aja…hehehe mau nya Da si. Tapi yak arena terpatok umur mereka sepakat menjalani kehidupan seperti itu. Oleh Dokter beliau sangat disarankan untuk segera punya anak, karena batas limit waktu dia akan menipis..waduh saat itu dia sendiri lagi pusing dengan thesis nya..dan suami pergi2 bekerja…Bandung – Jakarta – Surabaya, kayaknya tiga kota itu bakal jadi saksi sejarah buat mereka. Sang suami kerja di Surabaya, istrinya PNS Jakarta n lagi tugas belajar di Bandung. Tapi yang subhanallah selalu ada senyum dalam wajah sahabatku itu, sama sekali tak ada rasa menyesal menjalani semua….

Alam bawah sadar Aida, merasa tantanganku ga seberapa dbanding mereka2 yang hebat2 buat Da. Aida merasa banyak hal yang Allah sedang benahi dalan diri ini. Terutama kesungguhan, apa kabar masa depan Da….dan sekarang Da yakin, hidup itu tidak selalu melulu duduk manis menunggu datangnya suami dan pergi jalan-jalan aja..iya, soalnya kemarin2 ada yang menyarankan aida untuk menangguhkan s2 mending focus punya anak n ikut suami jalan2 aja…aida sedikit bengong, ya ampun Cuma duduk manis aja, ditengah2 suami susah mencari ma`isyah n ditengah2 begitu banyak orang yang menaruh harapan akan diri ini…Tapi  ya, Abangku juga ga maksain aku melakukan hal itu, malah dia mewanti-wanti aku berkali-kali yakin kamu mau mengerjakan itu? Yakin kamu sanggup dengan kesibukan itu??aida sendiri ga bisa jawab…hanya mencoba saja melakukan apa yang Aida anggap ini adalah baik buat kehidupan dan masa depan keluarga aku kelak. Pun aida punya harapan merampungkan studi, hanya ingin menjadi teladan buat anak2ku kelak dan memberikan sedikit masa depan buat mereka kelak…karena mungkin kemampuan Da hanya disana…Aida gak` pernah menyesali hal ini…malah merasanya, menjalani kehidupan yang sebenarnya….

29 maret 2009

Advertisements

Read Full Post »