Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Be My Friends’ Category

Alhamdulillah tanggal 26 Oktober kemarin adalah perjalanan pernikahan kami di tahun ketiga. Rasanya sudah banyak Allah memberikan kami pelajaran dalam kehidupan bersama. Merajut benang kasih dengan seseorang yang telah digariskan untuk bersama. Aku memilihmu dengan cara yang tidak biasa. Adalah wajar jika satu dan lain hal aku banyak belajar sesuatu yang memang tidak biasa.

Abi, jika memang aku tidak bertemu denganmu. Mungkin aku tak pernah tahu bagaimana arti menjadi seorang ibu dan istri. Dulu sekali aku bercita-cita tinggi sekali. Menjadi gemilang di mata dunia, mendahulukan sebuah ambisi dan hasrat pribadi. Kenyataan abi lebih tau bagaimana mendidik aku menjadi gemilang di mata Ilahi. Hanya dengan menjadi ibu dan menjadi istri saja aku merasa lebih sempurna. Sempurna memenuhi tugas-tugas aku yang utama. Juga abi  mengajariku bagaimana artinya mencintai. Mencintai dengan sepenuh hati. Mencintai yang tak menodai cinta-Nya untuk ilahi. Sebagaimana dahulu kita berjanji. Melewati aral melintang kehidupan di dunia untuk kembali kemudian hari.

Abi, sungguh dirimu telah mendidiku menjadi wanita yang sempurna. Jika saja dulu aku bersikukuh untuk mengejar kegemilangan dunia. Entah apa yang terjadi. Abi yang baik, tak pernah melarangku untuk mengerjakan apapun sesuka aku. Dulu hidupku betul-betul pilihan. Namun seiring berjalannya waktu, kau berikan aku kesadaran. Disinilah tempatku berkiprah dan berjalan menuju keistimewaan yg hakiki. Saat berkali-kali aku gagal menempuh semua, aku diajarkan begitu rapuh aku di luar sana. Lalu abi memberikan aku kesempatan lain untuk serius menjadi ibu. Kalau saja aku tidak mencoba menempuh jalan ini, mungkin aku tak akan merasa sempurna seperti ini. Akan banyak penyesalan yang mungkin ada. Kekurangan aku dalam menjalankan amanah Allah atau sekedar memenuhi tuntutan sebagai istri. Hanya karena termakan ambisi pribadi. Kenyataan sekarang keadaan menjadi berkebalikan. Justru saat aku berbahagia dengan menjadi ibu dan istri, aku pribadi merasa menjadi seseorang yang selalu hidup dan berkarya. Merasa menjadi manusia yang paling berbahagia diliputi senyum dan canda keluarga sepanjang hari. Menyibukkan diri untuk membahagiakan dua jagoan di rumah ini. Pun tak jarang aku memperoleh waktu untuk sendiri. Belajar banyak hal, mengisi pikiran dengan berbagai hal yang aku mau tahu. Dan abi pula yang mengajarkan aku sebuah ranah keikhlasan. Bahwa academic record itu tidaklah menjadi penting. Jika kita kelak  tak tahu bagaimana mempertanggung jawabkannya untuk Ilahi. Sedang sebagai seorang wanita kita punya kewajiban yang lebih utama. Andai saja kita bisa tetap konsisten mengutamakannya ya tiada masalah, sebagaimana dicontohkan oleh beberapa sahabiyah di era gemilang Rasulullah SAW. Namun adakah aku bisa meneladaninya? Lalu kau datang menghiburku. Engkau berkata bahwa academic record  yang sebenarnya hanyalah ada di pencatatan dua malaikat yang selalu menemani kita. Seberapa besar kita beramal, seberapa besar kita mampu menjadi hamba-Nya yang lebih baik lagi. Hingga aku berfikir kembali kesempatan yang mana yang lebih besar aku raih mencapai surga-Nya.

Bersamamu juga mengajarkan aku bagaimana seharusnya kita mencintai. Mencintai tanpa menodai kecintaan untuk Ilahi. Aku sadar, diri ini pribadi yang biasa. Terkadang terbesit dari hati yang terdalam kebanggaan untuk dicintai. Kebanggaan untuk dimiliki. Kebanggaan untuk disayangi dengan sepenuh hati. Namun kembali abi mengingatkan aku. Sejatinya perasaan itu tak perlulah menjadi yang utama. Diantara banyak rutinitas lain yang seharusnya kita kerjakan sebagai hamba-Nya. Jangan sampai melalaikan kita untuk mengerjakan tugas-tugas yang utama. Abi pula yang mengajarkan aku untuk tidak bergantung. Pun aku sebagai seorang wanita. Sudah mencari menjadi fitrah untuk mencari perlindungan kepada orang yang mencintainya. Namun pada akhirnya aku selalu sadar. Hanya Allah saja tempat aku bergantung. Ada saat abi ada untuk aku dan anakku. Ada saat aku harus berjuang sendiri dan bergantung pada Ilahi. Dengan itu, terkadang aku merasa lebih mandiri. Pun seringkali perasaan berjuang sendiri terbenam dibenakku yang seringkali galau termakan buaian kesadaran. Namun perlahan aku sadar, begitulah sejatinya kehidupan. Bukan melulu untuk sebuah keindahan dalam kebersamaan. Karena kita harus berjuang. Hingga di akhirat kelak kita bisa merasakan manisnya perjuangan itu.

Pada akhirnya, aku pun sadar. Cerita kita masih panjang. Ada banyak cerita lain di balik kebersamaan kita. Tiga tahun saja memberi banyak arti untuk kami. Kami menyadari, kami bukan pribadi yang istimewa. Namun berkat Allah saja yang mengajari kami arti bersama untuk menjadi lebih istimewa. Begitu banyak perbedaan yang hadir dalam kebersamaan ini. Pun kita tak ayal tampak seperti pasangan yang biasa saja. Sangat jarang kami terlihat pergi bersama. Bahkan menghabiskan waktu berdua bersama. Tak mengapa kita tampak sedikit berbeda. Selama perbedaan itu bisa kita pertanggung jawabkan di hadapan Ilahi kelak. Namun sesungguhnya aku tau apa yang ada di hati mu, juga kau tau apa yang ada di hatiku. Atas segala pengorbanan, pengorbanan mu dan segalanya yang telah aku kerahkan. Terimakasih banyak yah Abi.  Semoga kisah indah ini selalu menjadi penyemangat jalan juang kita selanjutnya. Mengingat masa saat kita sama-sama saling menjaga perasaan. Bertahan untuk menang. Hingga suatu hari kita tersenyum kembali. Yah kita memang pribadi yang biasa, sangat butuh diajarkan ini itu. Seperti anak kecil yang baru belajar kehidupan. Seperti seorang anak kecil yang baru tahu bagaimana rasanya hidup bersama dengan yang lain.

Begitulah aku menilai untuk dirinya yang aku cintai. Bukan penilaian yang terlampau sangat istimewa sebagai orang yang dicintai. Karena memang abi tak pernah menjanjikan apa-apa yang istimewa untuk diriku. Selalu saja dirinya mengembalikan aku kepada yang berhak memilikiku. Supaya aku paham, kami istimewa karena-Nya saja. Sekali lagi aku tekankan ini semua cukup untuk kami. Ini semua hanya nasihat untuk diri. Karena diriku selalu diajarkannya untuk tidak melihat orang lain dalam kehidupan ini. Karena itu, aku tak mau ini menjadi ajang pembenaran bagi diri yang tidak menyepakati. Tak mengapa kita sedikit berbeda. Karena aku memilihnya dengan cara yang sedikit berbeda pula. Semoga kebersamaan ini menjadikan indah selalu, saat kami harus kembali kepada Yang Memiliki kami sepenuh hati.

Amiiin ya Robbal alamin…

Daegu, 29 oktober 2011

Read Full Post »

Bersama Syafin…

Menjalani 9 bulan perjalanan dalam rahim, syafin sungguh tak` pernah merepotkanku. Tidak ada keluhan-keluhan yang signifikan, tidak ada bengkak2, mual2 pun jarang, juga komplikasi dll semua test yang dijalani hasilnya normal. Syafin Alhamdulillah dapat rezeki menjalani berbagai test saat dalam kandungan, test kelainan genetik, torch, diabetes, hingga kemungkinan Pre eklampsia atau Anemia, dan Alhamdulillah rezekinya ada saja dan hasilnya selalu normal. Syafin pun turut serta dalam foto USG 3D di RS, hingga check up full pra persalinan, hingga dikondisikan walo berat badan dia masih kecil saat usia cukup lahir, tapi dokter menyimpulkan dia dalam kondisi sehat selama dalam kandungan, tak ada stress hasil rekam jantung dia, juga berat badan dia ada kecenderungan naik selama dalam kandungan. Bunda syafin sesuai anjuran dokter menaikkan berat badannya, untuk ukuran yang cenderung besar di awal :D, disarankan naik antara 6-10 kg untuk bundanya, dann Alhamdulillah targetan itu terpenuhi dengan naik hanya sekitar 8 kg saja. Syafin juga termasuk baby yg pengertian sejak dalam kandungan, saat itu umur kehamilan aku 32 minggu, dan dokter bilang kondisinya masih sungsang. Dengan berbagai latihan senam yoga juga sujud aku sering membisikkannya untuk segera turn down supaya gak sungsang..alhamdulillah, umur 34 minggu kepalanya sudah dibawah. Juga hal sering kali buat aku terharu klo inget, dari awal memang berharap syafin lahir siang hari dan berasa malam hari. Karena aku ingin sekali melahirkan bersama obgyn perempuan,berhubung klo malam dokter jaganya laki2, aku kontan saja sangat khawatir dengan hal itu, dan seringkali membicarakan hal itu dengan syafin :). Dan tiba saat yang dinanti, benar saja Allah menolongku dan memberikan kemudahan melahirkan syafin bersama obgyn yg biasa memeriksa aku.

Waktu itu, malam hari jelang tanggal 25 february 2010, baru saja menyelesaikan masak didapur karena besok pagi mau check up syafin ke RS so masaknya malem, tiba2 perutku mules tak berhenti. Saat itu belum curiga kesana, karena khawatirnya sakit perut biasa yg akhir2 ini memang sering terjadi. Karena tak ada jeda itu juga yg membuat aku bingung. Sebelum memang beneran terjadi, suamiku mengajak aku shalat malam dulu biar tenang dan menjaga semoga ga terjadi sesuatu yg dikhawatirkan, hanya mampu jalani sedikit rakaat saja, tiba2 ingin ke belakang, dan tepatnya jam 12 sudah keluar sedikit flek, kontan saja aku kaget dan sangat khawatir bukaannya udah banyak. karena sakitnya tak ada jeda.Akhirnya setelah suami siapin segalanya jam 1.30 kami berangkat ke RS berdua saja dengan menggunakan taksi yg mangkal di depan jalan rumah. Alhamdulillah biasanya taksi sini ga mau pake argo klo dah malem, alhamdulillah ajoshinya baek, dan yg harusnya argonya 10ribu sekian, kamu hanya membayar 10 ribu saja, dia tidak mau uangnya ditambah..Alhamdulillah, kebaikan yg kami dapat saat itu. Sampai di RS, agak sempat agak bingung mencari ruang persalinan dimana ruang officenya ada di lt 4, sedang kami lupa klo korea tidak menggunakan lt 4 tapi diganti dengan yg lain, Alhamdulillah setelah nelepon kawan yg pernah lahiran disana akhirnya bisa ketemu nurse yang jaga saat itu. Awal2 dilakukan Cek PD untuk melihat bukaan, dan itu rasanya sakit banget dan lumayan bikin aku trauma, juga cek kondisi bayi dengan suatu alat yg denger bunyinya aja aku dah serem :D, pokoknya klo denger bunyi itu kebayang sakitnya kontraksi deh…dan saat itu ternyata aku baru bukaan satu, pun sempet sedikit berdebat dengan nursenya berhubung anak pertama khawatir masih sangat lama kami disuruh pulang saja dulu, tapi karena melihat wajahku yg selalu kesakitan nursenya kasian juga dan susah jg malam2 nyari taksi, akhirnya dipersilakan menginap di RS. Malam itu menahan sakit yg tak henti, aku bersabar bersama suami hingga akhirnya tepatnya pukul 4 dini hari aku keluar flek cukup banyak dan suami aku melaporkan hal itu ke nurse yg jaga, saat itu barulah aku dipersilakan menggunakan baju persalinan dan masuk ruang preparasi persalinan.saat itu aku menjalani berbagai cek up dan diberi obat pencahar, pun sakit tentu harus mau bolak balik ke toliet, tentunya dengan cek PD lagi dan suara nguing2 lagi, hingga bukaan 10 aku ditemani suami diruang itu, sampe tepatnya pukul 11.00 siang obgyn aku datang melihat kondisi aku dan dia memutuskan 11.30 aku dah siap masuk ruang persalinan. jelang jam 11.30 itu aku sudah merasa sangat kepayahan, suami aku terus memberi aku wejangan, dan ngaji disamping aku, apa dikata yg kuingat saat itu, dosa aku banyak ya moga sakit ini bisa jadi penggugur dosa, inget sama mama 4 kali melahirkan sakitnya kaya gini gak ketulungan sedang aku belum bisa berbuat banyak untuk beliau, saat sakit aku pegang tangan suami aku dan berusaha menarik nafas panjang dan jangan teriak, Alhamdulillah yg keluar teriaknya Allahuakbar aja dan baca Hasbunallah berkali2 sambil dibimbing suami aku. hingga saat itu, aku bilang berasa ingin ke toilet padahal mungkin bukan kebelet pengen pups tapi kepala bayi dah turun dan nyaris keluar, dan air ketuban pun udah pecah aku pikir aku pipis dan ga sempet ke toilet, saat itu karena blm masuk ruang bersalin aku berusaha gak ngeden pun udah ga tahan sebenernya dorongannya masyaAllah. saat itu haus pun gak ketulungan, berhubung udah di infus ga boleh makan n minum, suamiku secara sembunyi2 mengolesi bibir aku dengan madu :D, kontan saja aku senang dan merasa ada sedikit tenaga saat itu. tepatnya 11.45 nurse membawa aku ke ruang persalinan, dengan sedikit kepayahan n aku agak tergopoh2 rasanya udah kebelet gitu aku pun terburu2 pergi keruang bersalin, dan tanpa berfikir saat itu ternyata suamiku gak boleh masuk dong :D. dan aku terlupa sama dirinya saking konsen nahan ngeden…tiba2 ama nursenya aku disuruh push tapi itungan koreanya cuma ampe 3, dia bilang udah tahan..biasanya kan ampe 10. terus kata dia good katanya. setelah itu barulah serombongan datang, bersama obgynnya, dan mereka ributnya ga ketulungan berhubung aku spesial tak bisa bahasa korea, dan alhamdulillah aku cukup konsen dengar perintah obgyn saja, dan beliau sangat komunikatif dengan aku memberi petunjuk sangat jelas saat itu, saat disuruh dorong tiba2 aku denger kaya keluar dan plong rasanya saat denger tangisan bayi..Alhamdulillah…mereka semua ketawa melihat bayi yg matanya sangat lebar :D, dan memberikan bayi itu kepadaku. Alhamdulillah prosesnya cepat sekali, mungkin cuma 5 menit dari dokter datang dan saat dijait aku dah berasa sakit dah tahan gitu rasanya hehe…Saat dibawa keruang pasca bersalin, perutku di message hingga 2 jam untung mengeluarkan sisa darahnya ya Allah itu lumayan sakit banget, tapi itu proses penting katanya dan aku berasa lemas aja saat itu dan sakit badan pun ada perasaan lega dan bahagia tak terkira.

Dua hari di rumah sakit, sistemnya disini dijauhkan dengan bayinya. Ya kontan saja aku sedih tak terkira, tiap kali jam nengok bayi aku selalu minta tapi ga boleh, sampe akhirnya ketemu dokter, beliau bilang kondisi aku masih lemah. sedih karena janji ama syafin mau mimiin dia…hingga saatnya pulang berat dia turun dari 2,73 jadi 2,65 lah aku kan jadi sedih udah mah awalnya kecil. Saat mengurus administrasi subhanallah ternyata perkiraan biaya lahiran syafin jauh dari perkiraan kami, berkali2 kami ucap syukur karena jatuh2nya sama aja dengan hitungan lahiran di indonesia. dan Kemudia yang bikin terharu pagi2 sudah ada yg menelepon bilangnya ada keluarga yg bakal jemput kita sepulang dari RS, kami pikir keluarga siapa…ternyata tetangga kami orang uzbekistan datang menjemput kepulangan syafin Alhamdulillah. Sesampai dirumah syafin langsung aku kasi mimi ASI dan alhamdulillah ASInya langsung keluar aja 🙂 dan tanpa kesulitan. Pun saat itu aku merasa masih sakit bergerak dan duduk pun sakit klo lama2. Alhamdulillah masih semangat urus syafin karena klo bukan aku siapa lagi yang merawat dia :D, komplikasi biasa katanya saat persalinan, takut pipis, takut pups, n ambeyen :D. nah seminggu aku ngesot2 aja sambil urus syafin, dan keperluan aku dan rumah suami yg layanin, sampe makan aja disuapin juga keperluan yang lain. Alhamdulillah masa sakit itu cuma seminggu aku jalani, dan bersyukur tetangga kanan kiri depan belakang baik2 tiap hari mengirim kami makanan, jadi alhamdulillah semua kurang lebih tercukupi :).
Seminggu bersama syafin, dia gak rewel bobo mulu malah cenderung sulit dibangunkan. itu aku perkirakan karena mungkin dia belum puput, tapi ternyata hari ke 8 syafin dah puput tetep begitu, pun aku udah kasi treatment untuk ganti popok pampers dengan popok kain untuk membangunkan dia saat wet eh tetep aja dia klo bangun cuma celingukan doang ga pake nangis :D. Berhubung awal2 bundanya sakit, jadi syafin pake pampers dulu juga mengkondisikan tali puser dia ttp kering. tapi alhamdulillah dia skr belajar rasa lapar dan minta mimi, pun sering kelelahan ngantuk saat begadang mimiin dia, klo malem miminya kadang sulit berhenti, insyaAllah aku kondisikan ga boleh ngeluh untuk syafin agar dia senang aku nya ga stress juga…So far, dia tetep jadi syafin yang selalu pengertian buat aku. Sampe saat aku mau pipis or kelaperan mau makan aja aku bisikin dia untuk bobo dulu eh gak lama kemudian dia pun tidur mempersilakan emanya mengisi kebutuhan pribadinya :). Semoga selanjutnya syafin selalu seperti itu, dan menjadi cahaya penawar dalam kehidupan aku…amien ya Rob…

* Cerita ini aku persembahkan buat keluargaku tersayang di tanah air…mamah bapak, dan kakak2 aku insyaAllah kami baik2 selalu disini :)…

Read Full Post »

Sudah pernah dengar kisah Sahabat Rasul yang namanya Kaab bin malik? Seorang sahabat yang pernah mengalami rasa futur dalam perjuangan dakwah bersama Rasulullah SAW. Banyak hal yang bisa diambil hikmah dari kisahnya, seseorang yang tangguh, yang kuat melawan arus goyahnya iman yang  sedang bergejolak dalam dirinya. Beliaupun bersabar dengan segala kucilan, bahkan omongan sana sini atas dirinya, hingga kesenderianpun menghampiri dirinya, bahkan bukan hanya diperlakukan “diam”oleh semua orang, istrinya pun dilarang untuk menemuinya…

kisah ini awal kali aku baca dari buku yang berjudul “yang berguguran di jalan dakwah” buah karya Fathiyakan..buku buluk kecil nan lecek yang dulu aku suka iseng2 baca saat akan berangkat kuliah :D. selain kisah itu, ada kisah fitnah yang menimpa Aisyah Ra yang juga aku suka…

Kesalahan yang beliau lakukan pada saat itu adalah, saat beliau absen dalam perang tabuk tanpa alasan apapun. Pada saat itu angin malas berangkat berperang tiba-tiba muncul dalam benaknya dan ia tak kuasa menahan gejolak kemalasan itu. Padahal seorang Kaab bin Malik adalah seorang prajurit Rasulullah yang sangat Qoowy (Red-spesial) untuk memenuhi panggilan jihad, beliau tak pernah absen untuk selalu ada di barisan pertama Rasulullah. kemudian terpikir dalam benaknya, aah santai dulu sebentar karena biasanya aku bisa berlari lebih cepat dari yang lain hingga walaupun terlambat sedikit tetap saja akan ada di barisan pertama. Dan dia pun bersantai sebentar setelahnya, kemudian ia berkata, mungkin esok saja aku susul saat Rasulullah mengabsen semua prajuritnya, dan makin malas makin malas hingga akhirnya iapun tertinggal bersama orang2 udzur, perempuan dan anak2 di kotanya. Sungguh malang nasib Kaab bin Malik seorang prajurit yang gagah perkasa tertinggal pasukan perang bersama orang2 udzur.

Saat peperangan telah usai, menjadi kebiasaan sahabat Rasul saat itu untuk meemberikan kabar keabsenan masing2 prajurit. Tibalah saat Kaab bin Malik menghadap, awalnya ia berfikir bisa saja memberikan berbagai alasan kepada Rasulullah, hanya saja tak sampai hatinya mengemukakan perasaannya itu hanya diam saja yang ia bisa lakukan. Disinilah aku merasakan, keistimewaan seorang kaab yang tak pernah sombong dan berani mengakui kesalahan selemah apapun ia dinilai oleh kebanyakan orang. Padahal diantara kita barangkali, saat ditanya ini itu kenapa dan lain sebagainya bisa saja masih sempat menyombongkan diri dengan berbagai alasan yang ada, alasan sibuk, alasan sakit dan ini itu…wallahu`alam.

Atas apa yg diperbuatnya itu, beliau mendapatkan hukuman hingga Rasulullah berkata tunggu azab Allah atas perbuatan dirimu..dan Rasulullah beserta yang lain lantas men’diam’kan kaab bin malik hingga 50 hari lamanya. Karena merasa dikucilkan, Kaab bin Malik menyendiri dan bersabar atas apa yang sedang menimpa dirinya. pun saat hari ke 40, tiba2 istrinya pun diperintahkan untuk tidak melayani Kaab bin Malik. Terbayang sudah, sangat perih sekali penderitaan kaab bin malik. hinggaa tepat hari ke50, turunlah perintah dari Allah melalui Rasulullah untuk mengampuni Kaab bin Malik. hingga ia pun terbebas dari segala ujian yang sedang menimpanya.

Dari kisah ini, saya pribadi menyadari bahwa apa yang dilakukan Kaab bin Malik adalah kefuturan biasa yang bisa jadi diantara kita pernah mengalami hal ini. Manusia mana yang tak luput dari dosa dan khilaf, terlebih kita jauh dari didikan Rasulullah yang sangat dan super perhatian mendidik dan mengurus umatnya. Seringkali kita kita melambat-lambatkan hal kebaikan, beramal, dan enggan mengerjakan kebaikan. Tanpa alasan apapun yang kita miliki hanya perasaan sedikit ingin bersantai. Sayangnya, saat ini disaat hati kita sendiri dengan perasaan tak menentu barangkali tak seorang pun yang menyadari apa yang kita rasakan. Sesungguhnya, kita tidak lebih beruntung dari seorang Kaab bin Malik dimana orang2 yang menjauhkannya karena perintah Allah adalah ujung2nya justru merekalah yang menolong seorang hamba yang sedang dalam kondisi tidak baik. Namun saja, barangkali kita tak kuasa menghadapi ujian sebagaimana yang Kaab bin Malik rasakan. bisa jadi saat hal itu menimpa diri kita perasaan ingin kabur dan pergi dari orang-orang yang “hanya bisa mencemooh” melanda diri kita, bisa jadi kita berontak dan lebih futur lagi saat hal itu terjadi…

Manusia dilahirkan macam-macam sifat dan perasaan. Sayangnya saat lemah, seringkali kita ingin difahami bukan mencoba memahami orang lain sebagaimana kesabaran seorang Kaab. Bagaimanapun tidak, pengucilan orang atas dirinya ia anggap adalah ujian Allah dan ia lakukan dengan terus beristigfar dan bertasbih bertahmid kepada Allah. Tak satupun hal yang ia benci atas pengucilan orang-orang, termasuk diam yang dilakukan Rasulullah atas dirinya.

Tapi mudah-mudahan, kisah ini memberikan arti tersendiri kepada diri kita untuk lebih dewasa bersikap menghadapi kefuturan yang barangkali saja sedang melanda….

Kuntum bunga boleh layu, namun rekahnya bunga-bunga semangatharus terjaga tetap hadir di sebuah kebun…

-Aida-

Read Full Post »

Merindukan keberartian…

Menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga, memang tidak mudah. Tapi tidak berarti tidak bisa atau tampak mengeluh. Namun, seringkali aku mendengar sana sini ngapain aja sebagai Rumah tangga. Keberadaannya terkadang sangat disepelekan, padahal klo dikerjakan sendiri belum tentu sempurna dan terkerjakan semuanya. Yang paling sangat menjenuhkan adalah, mengerjakan satu kerjaan sama dari hari ke hari dari waktu ke waktu. Kayaknya lebih cape dibandingkan mengerjakan kerjaannya itu sendiri.

Namun saja,aku tak akan menyerah begitu saja dengan kondisi ini. Banyak sekali penyemangat yang datang sana sini mengiringi langkah berkarier di ranah ini. Sebetulnya impianku masih banyak tidak cukup hanya sampai disini, namun saja butuh waktu untuk menyempurnakan yang ini dulu barulah beranjak ke yang lain. Begitu aku menilai Allah memberikan semua porsi ini untukku. Dalam hati, inginku punya satu peran, dimana barangkali lebih bisa mengefektifkan keberadaanku dirumah. Menyibukkan lamunanku, menghilangkan keberartianku, dan menghabiskan waktu dengan beragam amanah dan kesibukan yang menyita waktu. ooh..apa mungkin aku betul2 merindukan rasanya di push orang untuk melakukan semua, kerjakaanku tidak seperti anak lab yang dikejar proyek dosen, or seorang staf yang sedang dikerja deadline dari bos. Aku hanyalah aku..yang diberi kebebasan untuk mengatur semua tapi harus beres dan sempurna..dan ternyata itu gak` mudah……fuiiih…

Ada banyak hal yang seharusnya bisa membangkitkan semangatku:

dari notes sebuah teman :

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah.

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

Semoga, setiap secuil usahaku untuk membuat keluargaku kenyang dinilai kebaikan bagiku…Alhamdulillah, cukup Allah yang menilai semua..ga` butuh penilaian seorang manusia…yang penting akupun semangat untuk selalu menampilkan yang terbaik….

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

ya Allah, jadikan usahaku ini sebagai jurang pemisah antara aku dan nerakamu…

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Setiap kali aku mencuci baju, lalu bolak balik menjemurnya…hingga kering, dan akupun memakaikan wewangian kepada setiap baju dan menyetrikanya dengan rapi…semoga menjadi ladang pahala sebagaimana yang diwasiatkan Baginda Rasul….berilah aku keikhlasan atas semua ini…

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

semoga atas semua shodaqoh yang kuberi, waktu luang dan tenaga yang kuberi bisa membantuku di hari kiamat kelak…

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

Ya Allah, semoga suamiku Ridho atas apa yang kukerjakan, pun rasa2nya saja, apa yang kukerjakan belum sesempurna yang diharapkan, semoga selalu ada keRidhoan darinya untuk mempercayai aku bisa mengerjakan semuanya…amien

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

ya Allah, dalam kandunganku ini..ampunilah dosa2ku yang terdahulu, jadikan rasa lemah, pusing, dan sakit yang kadang ada menjadi pahala buat aku, dan jadikanlah rasa sakit kelak adalah kebersihan dosa2ku yang terdahulu..berikanlah pahala atas semua seperti yang kau janjikan kepada wanita2 sholhehah

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

ya Allah, berikanlah keikhlasan kepada diriku untuk melayani suamiku..memenuhi kebutuhannya dengan rasa senang danikhlas. Dan tetapkan semua pahala itu untukku

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

ya Allah, hilangkan muka masam di wajahku, bersihkan wajahku dari jerawat yang mengganggu, padahal tak kerap kubersihkan semua untuk membuat “dia”selalu tersenyum untukku, berikan kecantikkanku untuknya saja, dan biarkan dia memberikan pandangan penuh kasih untukku

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

ya Allah, berikan aku kesempatan untuk bisa meenyelumuti ia dengan penuh kasih sayangku…biarkan kehangatan itu dirasakannya setiap saat…

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

ya Allah berikan izinku bisa melaksanakan semuanya, minimal mengingatkannya..namun rasanya inginku diberi kesempatan untuk bisa dan mampu…karena tak kuasa ingin keraih pahala sirotol mustaqim itu…

MEnggapai semua memang tidak mudah…butuh ketangguhan, tidak cengeng, tidak manja dan tahan banting…

Semoga esokku dan seterusnya menjadi penyemangat selalu buat ku…amien

-ranah korea, 28 oktober 2009-

Read Full Post »

Dinamika yang hIlang…

..Bekerjalah kamu niscaya Allah akan melihat pekerjaanmu…

Berkali-kali seseorang itu mengingatkanku akan perkataan itu, berkali-kali pula aku menganggap hal itu adalah kondisi ideal yang bisa terjadi saat kita sadar dan teringat. Berkali-kali pula aku nakal dan tidak mengingatnya. Berkali-kali pula aku tak memahaminya, dan masa bodo dengan semua. Berkali-kali pula aku menganggapnya terlalu idealis dan menimbulkan banyak kebohongan dalam hatiku…berkali-kali pula aku bersu`udzon atasnya…

Astaghfirullah…

Seringkali aku merasa, ingin rasanya aku kembali dalam kekhusyuanNya..Merasakan saat-saat aku terjepit dan terkapar dalam setiap permasalahan yang merenggut jiwa dan ragaku. Seringkali kukatakan inginku Kembali, inginku bertahan dalam Dinamika Kehidupan ini. Inginku merasakan atas Kasih SayangNya dan semua keajaiban yang telah aku terima dari Nya. Seringkali ku bertobat, namunku tak putus untuk bergerak dalam dinamika ini. Seringkali aku berjanji, aku mau baik, aku mau Ridho namun seringku berkeluh atas semua yang terjadi…

Ajari aku Tuhan, yang seringkali tak belajar untuk mencintaiMu seutuhnya. Ajari aku untuk bersyukur lebih banyak lagi, dan berfikir bahwa sesungguhnya Nikmat Allah yang Mana lagi yang harus ku dustakan. Ajari aku untuk berkecukupan dengan semua yang ada…Ajari aku untuk tidak punya banyak keinginan yang hanya membuat angan-angan kosong dan hilang Arah, Ajari akuu bersyukur dan ikhlas..karena begitu banyak ladang pahala di depan mata, begitu banyak jiwa-jiwa kosong memerlukan pencerahan. Ajari aku Tuhan untuk semua yang Kau beri ini agar selalu berarti di depan mata…

Di suatu malam, padahal belum 2 jam aku memejamkan mata. Saat akupun diingatkan kembali dengan perkataan itu, dan memang Hanya sapaan lembut yang aku butuhkan saat itu. Saat aku membutuhkan banyak energi untuk bangun, melawan nafsu juga fisik yang tak menentu. belaian lembutnya mengingatkanku akan nikmat Allah yang banyak, akan sujud-sujudku yang panjang dan tak terlupakan…dan kerinduan ku akan sajadah panjang dan alunan surat-surat favoriteku :). aku bangun, dan sendiri ku lawann nafsu dan jasmani dengan menyegarkan tubuhku yang seringkali layu dipagi hari…aku butuh kehangatan, juga energi di pagi hari untuk ini. Subhanallah..finally, aku bangga bisa menuntaskan semua…

Ada syukur, saat bulir-bulir air mata menghiasi sujud panjangku. Pun aku berhenti, untuk melawan rasa mual yang sedikit mengganggu, aku mau bangkit karena sujudku bisa menghilangkan segala ganjalan yang sering mengganggu dalam hati. Alhamdulillah, Maha suci Allah yang telah mengembalikan semua yang hilang…

kelak, pastinya kerindukan kembali belaian lembutnya yang membangunkan ku di malam itu…

Gyeongsan, 25 juli 2009

sujud

Read Full Post »

Bukan suatu hal yang heran, klo ibu hamil banyak mengeluhkan berbagai hal. Hal tersebut adalah wajar, terlebih di trimester pertama. Menurut artikel-artikel yang aku pernah baca, hal tersebut disebabkan oleh karena meningkatnya produksi hormon progesteron di tubuh ibu. Perasaan orang hamil, sama dengan perasaan seorang wanita yang mengalami siklus menstruasi, yang biasa dikenal dengan PMS.

Selain perasaan gak menentu, aku juga baru saja merasakan bagaimana rasanya mengidam. Aku pikir ngidam itu identik dengan nafsu, makanya awal-awal aku berprinsip klo aku bisa meredam ngidam, insyaAllah aku lolos dari jeratan nafsu. kenyataannya, aku seringkali cuma bisa menangis menghadapi banyak hal yang aku pengen. Makanya itu, aku tuliskan sebuah motto, “aida adalah muslimah yang tegar”. bukannya aku narsis, tapi keadaan tak terbendung lagi. Aku sering kali lemas, menginginkan ini itu, makan ini itu. Tapi apa daya, udah mah ga ada tenaga, semua juga serba terbatas. Setiap kali aku begitu, aku mohon sama Allah diberi kekuatan, aku harus beranjak dan segera makan. karena kalo bukan aku yang mikirin janin dalam tubuh aku siapa lagi??. aku juga masih heran, mengapa begitu sensitifnya saat ini…

Di lain pihak, ini merupakan cobaan yang harus aku lalui. Aku gak mau jadi orang malas saat hami, kepinginnya bisa jalan pagi or sore setiap hari, punya banyak kegiatan. belajar ini itu..pun sekarang, rasa2nya ko gak` semua kebadanin dan bawaan malasnya ndak terkontrol…ya Allah ampuni hamba, kayaknya butuh di upgrade ulang ni…

Kayakknya aku kudu belajar bersyukur, dan belajar gak semua orang bisa nikmatin hal ini :)….

bismillaahirrohmanirrohim….

Read Full Post »

big pastel rosesSaat ditanya dulu, menikah buat apa? aku jawab aku ingin menikah karena ingin menyempurnakan separuh dari Dien aku. Buatku dengan menikah semakin banyak ladang pahala yang bisa dikerjakan, menikah juga membawa ketenangan tiada tara dan siap berjuang menghadapi masalah bersama jauh dari intervensi banyak orang. Ada satu hal lain yang bisa membuat seorang wanita lebih sempurna. Kebanyakan wanita merasa lebih sempurna dengan hadirnya seorang anak. Saat ia bisa mengandung 9 bulan lamanya, dan memberikan nutrisi yang baik baginya, juga bisa melahirkannya dan membesarkannya hingga ia tumbuh dewasa menjadi anak yang sholeh dan sholehah…

Saat-saat haru itu ada, dimulai dengan saat aku deg-degan mengalami missing my period. Secara hal ini, selama aku menikah tak pernah sekalipun terjadi, saat aku menunggunya kurang lebih 7 bulan lamanya. Ada beberapa hal positif yang harus aku ambil pelajaran, secara diriku baru kali ini tinggal bener-bener berdua bersamanya. setelah melewati 10 late days missing my period, aku beranikan untuk menjalani pregnancy test. Kenapa mesti 10 hari, karena beberapa missing period patut dicurigai, seperti stress, hormonal gak stabil, hingga ada masalah lain, dan klopun hamil terkadang HCG itu belum terdeteksi saat awal-awal kehamilan. Pun aku bener2 ga tau kapan tepatnya fertilisasi itu terjadi tapi tetap saja diambil jalan yang paling aman untuk melakukan pregnancy test.

Hari ke-10, missing my periode merupakan titik awal aku sadar alhamdulillah jalan kesempurnaan itu hadir bagiku. Awal kali aku panjatkan dengan bersyukur, finally I become the real mother^^. bukan maksud merendahkan yang belum dikasi amanah, saking aku merasa  bersyukur sekaligus dag dig dug ga jelas, ga nyangka udah dikasi amanah ini:D.

Sekarang udah ada 2 badan di badan aku, ada nyawa yang sebentar lagi akan berdetak mengiringi 9 bulan perjalanan mengandungku. klo dihitung dari the last period bulan lalu, kira2 hingga akhir ini udah 5 minggu berjalan. cuma minggu itu gak bisa tepat, karena tetap saja hitungan usg yg bisa menentukan umur kehamilan sang baby.

Banyak hal yang aku prepare, terutama nutrisi untuk tumbuh kembang sang baby didalam rahimku. juga hal ini menjawab perasaan unwell aku selama ini. Saat aku tau aku telat, sering kali aku gak` enak badan layaknya orang masuk angin, PMSku kumat hehehehe…terus, rajin buang air kecil, juga badanku berasa lain…rasanya ga bisa digambarkan lah…hingga, yang paling menentukan adalah missing my period.

Aku hidup di negeri orang yang jauh dari ayah dan ibu, juga sapaan orang2 yang menasihati layaknya orang yang baru mengalami kehamilan pertama. Untuk itu aku harus aware dengan diri aku sendiri. terutama soal makanan. Pun disini sangat terbatas makanan yang ada, tidak menyurutkan langkahku untuk memilih makanan yang sehat juga sempurna. aku paksa diriku minum susu (biasanya gak` rutin) pun bukan susu hamil karena disini gak ada susu hamil.yang penting gizinya terpenuhi. Hal penting dari susu juga sebagai sumber kalsium, kalsium itu sendiri mineral penting untuk pembentukan sel2 bayi. hal penting lainnya adalah memvariasikan menu yang utama sehari-hari. tiap hari aku kudu makan sayuran ijo lebih banyak, protein yang lengkap juga karbohidrat yg aga lebih banyak dari biasanya.

Soal mual, setelah 10 hari aku telat dan finally aku tau ada yang berubah di tubuhku. mulai deh aku merasakan yang namanya morning sick, dulu aku sering bertanya pada seorang kawan yang lagi hamil. gimana si rasanya morning sick? sekarang aku rasakan sendiri…rasanya ga enaaaak pasti. jadi manja dan ga bisa ngapa2in..gerakan itu terkadang memacu rasa mual. apalagi saat bangun tidur. tapi aku gak menyesali semua, malah aku sekarang gak penasaran lagi..obat mujarab untuk menghilangi rasa mual, biasanya aku bangun perlahan2 dan sedikit demi sedikit, dari mulai duduk, lalu jalan, n ke kamar mandi pasti, juga usahakan jangan terlalu banyak aktifitas di pagi hari, ya suami harus maklum kalo istrinya tampak malas kalo lagi gini..dan katanya wedang jahe bisa ngurangin rasa mual, juga biscuit manis or makanan kecil yang bisa dimakan di pagi hari. Rasa mual juga kadang muncul ga pagi2 aja. bisa sepanjang hari, atau saat malam tiba. apalagi ini di trimester pertama, penyakit hamil muda istilahnya. trimester pertama bagi wanita hamil memang tidak bisa melakukan banyak aktifitas yang cukup butuh banyak energi. pun ini tergantung si wanitanya ya..tidak semua wanita mengalami morning sick pada trimester pertama, wah hebat deh klo engga ngalamin…yang penting, trimester pertama sang ibu kudu banyak istirahat demi sang bayi yg masih dalam tahap pembentukan. tidur idealnya 8 jam sehari, makan yang sehat dan bergizi dan jangan terlalu cape.

doakan ya^^

Read Full Post »

Older Posts »