Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2010

Terkadang sedikit nyaris tak percaya aku telah melewati hari-hari sulit itu. Saat awal-awal hari syafin terlahir ke dunia begitu banyak kemudahan-kemudahan yg telah Allah beri buat aku. Sejatinya sebagai seorang ibu baru yg baru belajar membesarkannya seorang diri, tanpa sentuhan orang lain hanya ditemani oleh kedua orang tuanya yang baru saja menyentuh kelembutan seorang bayi kecil mungil dan lemah. Begitu suamiku bilang, dia begitu kecil begitu lemah segala sesuatunya perlu dibantu agar bisa bertahan berjalan di ranahnya yang baru.

Syafin lahir ke dunia pada hari kamis tengah hari jam 12.05 KST, atau pukul 10.05 AM waktu indonesia pada tanggal 25-02-2010 saat itu banyak sekali pasien Cesar karena diduga tanggal cantik :p. Suatu anugerah dia bisa lahir siang hari, karena memang harapannya seperti itu. Secara mencari Obgyn perempuan di korea rada langka, pun aku dapet saat aku mesti lahiran malam hari dokter jaga malam tak ada yg perempuan. ALhamdulillah, keajaiban Allah yg selalu menyampaikan pesanku pada syafin sejak dia masih di kandungan, aku sering membisikkannya ” dedek bayi sayang lahirnya siang2 aja yaah…berasanya malem” subhaanallah beneran deh syafin berasa kontraksi jam 21.00 malam pun itu masih bertanya2 ni kenapa ya..baru bener2 ke RS jam 1.30 dini hari, dan sempet diragukan gitu pun mereka ga tega nyuruh kita pulang, alhamdulillah jam 4 subuh udah pendarahan hebat yang bener sign mo melahirkan. Dari jam 4 subuh hingga jam 11.30 siang itu lah aku mengalami yg namanya kontraksi. Pembukaan demi pembukaan dijalani dengan bantuan kesabaran suami dan telepon mama yg selalu menyemangatiku. Alhamdulillah banyak angin kekuatan hingga akhirnya munculah mahluk kecil yang kami beri nama Ilyas Syafin Abdul Karim.

Syafin lahir dengan tangisan dari mulut mungilnya. Saat lahir dia menangis karena dia tau begitu banyak sekali hal yg berbeda yg akan dia rasakan. Aku terharu sesaat para nurse mendekatkannya padaku…pun Saat itu sama sekali tidak dilakukan IMD. aku cuma bisa pasrah, namanya juga orang asing yg numpang melahirkan di negeri orang. Daan penderitaan syafin tak putus hingga disitu, syafin juga terpisah bobonya di hari pertama dia terlahir di dunia yang seharusnya dia ada dipelukanku, dan mo gimana lagi….setiap malam aku mendengar tangisan bayi diruangan bayi mungkin dia atau bayi yang lain, syafin  bobo bersama teman2nya orang korea lain darah, lain agama hiks sedihnya…Juga, 2 hari syafin terpisah dari aku dia juga harus minum susu formula. Pun untuk hal ini aku masih perjuangkan, dimana para suster disini sangat minim yg bisa bahasa inggris juga kemampuan korean suami aku terbatas, kita sampe curhat ke obgyn kita pengen susuin syafin. Ternyata memang udah peraturan di Rumah sakit itu, juga pertimbangan kondisi aku yg katanya masih lemah untuk menyusui. Tapi dokter bilang tak perlu khawatir, biasanya ASI keluar pas hari ke3. Saat itu, karena khawatir ndak keluar ASI-nya saat bermalam aku terus message ASInya, pun masih keluar dikit banget tapi aku tau itu colostrum dimana 1 tetes mengandung sejuta imunitas…aku kumpulin tetes demi tetes untuk kebaikan anakku. Alhamdulillah saat hari ke3 saat syafin boleh dibawa pulang, suster yang merawat syafin menguji Payudara aku apakah layak menyusui atau bagaimana, hingga akhirnya dia mengizinkan aku menyusui syafin…Alhamdulillaaah.

Awal hari bersama syafin, Dia masih asing dengan kami. Semalaman dia menangis dan kami sedikitpun tak mengejapkan mata menemani dia. Setiap dua jam sekali pun dia gak` minta mimik. Bayangin aja anak bayi yang baru lahir rasa lapar pun kebutuhan dirinya sendiri dia tak tau, namun tak perlu aku menunggu aku susukan dia terus. Suatu keajaiban lagi gak tau belajar dari mana, dari yg tadinya tau botol susu formula tapi ga susah juga mimikan syafin dengan ASI ibunya. Berat badan syafin saat diambil dari RS  berkurang 0,1 kg segitu juga udah cukup membuat diriku sedih, pun katanya wajar bayi awal2 berat badannya cenderung turun karena masa adapatsi. Awal2 hari syafin belajar hidup di dunia, syafin selalu nampak tertidur pulas, kadang buat aku khawatir kenapa ya dia seperti tak punya respon untuk lapar haus dan sebagainya:(. Pun saat itu aku masih belum bisa jalan karena jaitan bekas lahiran belum lepas, aku tak pernah cape untuk terus berusaha bangunin tidur dia agar mau mimik….setiap malam tidur pun tak nyenyak takut tertidur pulas lupa untuk memberinya ASI.Alhamdulillahnya suamiku baik dan selalu dengan sabar menemaniku, dia pergi hanya untuk ke mesjid melaksanakan shalat, lainnya menemaniku dan membantu menyiapkan keperluanku.Sampai terharu, untuk bangun dari duduk saja aku butuh bantuan beliau, hingga makan dan nyiapin keperluan syafin. Pun demikian, berusaha untuk tegar terus…karena insyaAllah dengan izinnya kita bisa melewati hari-hari itu. Terkadang air mata tak tertahan untuk mengalir begitu saja, sejenak berandai-andai…andai mama ada disini, teteh ada disini, ayah ada disini..Sesekali beristigfhar karena memang kenyataannya tidak demikian. Terhibur dengan mahluk mungil yg membutuhkan dekapan aku selalu.

Satu minggu terlewati, senangnya Jadwal aku cek-up sekaligus ingin sekali nyoba nimbang berat badan syafin sekaligus nanya soal puput dia. Sayang seribu sayang, Berat badan syafin tetap di posisi awal dia lahir, pun setidaknya naiknya dari pas dibawa dari Rumah sakit cuma 0,1 kg. Anehnya PEdiatricnya malah nanya ASI kan, biasanya naiknya cepet klo ASI, kontan saat itu aku pribadi merasa sangat bersalah. Ada apa dengan ASI-ku kenapa ga membuat dia tumbuh besar. Alhamdulillahnya, sampe dirumah langsung browsing referensi..bener kata suami, dibanding konsult ma pediatric sini, kebetulan pediatricnya ga pake english jadi kita sering bingung :(, mending browsing sendiri. Alhamdulillah ada sedikit yg melegakan, bahwa ASI awal sang ibu selama 7 hari belum berupa lemak tapi merupakan colostrum pasukan imunitas yang akan membantu daya tahan syafin, jadi saat syafin berat badannya belum naik bahkan turun tak masalah. Saat itu mulai semangat lagi mimik-in syafin :).

Tiga minggu berlalu, mulailah aku merasakan banyak perubahan pada diri syafin. Dari yang kesulitan membangunkannya untuk mimik. Dari mulai gelitikin kaki-nya, cubit pipinya hingga baru mempan klo aku buka bajunya..bayangin aja saking ndak respon sama apapun…subhanallah. Hingga di minggu-nya yg ketiga, saat aku mulai bisa bergerak banyak, suami juga dah bisa nge-lab. Syafin  pada minggu ketiga mulai bisa menangis keras sperti butuh sesuatu, merasakan banyak hal. Dari mulai tau popoknya basah, atau laper minta mimik. Hal itu tak kan terulang kembali, saat bisa merasakan menjadi orang yg paling dibutuhkan anak sendiri, saat anak sendiri butuh perlindungan dan ketergantungan atas diri kita. Rasa lelah sedikit terobati dengan lahapnya syafin minum ASI. Alhamdulillah…

Ada satu hal yang sejatinya seorang ibu yang baru saja melahirkan ketahui. Istirahat yang cukup!!. Saat itu aku sering sekali sulit tidur karena pikirannya ke syafin syafin dan syafin. Banyak khawatir dan cenderung posesif sama obrolan orang. perasaannya was was terus.Wajar si sindrom pasca partus memang begitu katanya. Mungkin stress dan jarang berdiri juga, terus duduk deket syafin kaki-ku bengkak saat itu, dan kepala lumayan sering pusing. kayaknya dulu salahnya aku ga banyak tidur terlentang. Seharusnya sehabis melahirkan ibu harus banyak tidur terlentang agar peredaran darahnya lancar. entah kenapa yg ada dipikiran aku bagaimana cara agar ASI-nya banyak itu saja selalu :D.

Daaan, Syafin sebulan sudah tumbuh menjadi bayi sejati. pipi nya mulai nampak gembil, kulitnya halus karena sering aku pijat sebelum mandi. juga daging daging sudah mengisi tulang-tulangnya….senangnya. Saat suntikan hepB yang harus diberikan pada bayi 1bulan dilakukan. Berat badan syafin sudah naik 1,4 kg. PErtumbuhan yg sangat pesat….Alhamdulillah…

Read Full Post »