Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2008

Aku dulu punya mimpi, sekarang aku juga punya mimpi…

Mimpi yang lalu adalah kenyataan untuk hari ini, dan mimpi sekarang adalah kenyataan untuk hari esok…

Bermimpilah, niscaya Allah akan menggenggam mimpimu…

Klo ingat hari itu, niscaya aku ingin terus bersujud untukNYA sekaligus memanjatkan puji..Maha suci ya Allah semua tiada arti tanpa harapan itu. Aku belum berhenti, dan masih terus akan berlarii mengejarnya…

Sepetik kisah yang tak pernah aku lupa, saat aku bertemu dengan seseorang yang sekarang menjadi suami  aku. Awalnya kita gak pernah saling kenal, bahkan tau. Secara satu amanah dan satu kampus, namun jarak dan waktu yang memisahkan kami dan rahasia Ilahi mencampuri urusan kami saat itu. Dulu kebayang aku, dapat suami yang satu muyul, satu keinginan, satu harapan dan bersinergi adalah suatu hal yang terlalu “ideal”.Aku berusaha bersabar dan berharap terus, walau banyak orang yang bilang kebanyakan akhwat jatuh ke tangan ikhwan2 yang pengen akhwatnya di rumah, mengabdi untuk suami  dan anak2. Bukan suatu yang salah buat aku, bahkan suatu hal yang istimewa buatku..bahkan aku sudah terima hal tersebut jika memang itu yang terbaik buat aku. Kita gak` pernah tau, apa yang terbaik di depan sana..klo memang pengabdian untuk suami dan anak-anak adalah yang terbaik, kenapa engga di jalankan begitu adanya….

Hari berlalu dengan segenap mimpi, ku jajaki makna hidup ini.  Sangat terasa olehku, semakin hari Allah mengajari ku untuk semakin tangguh dalam bersikap, menentukan arah dan membangun mimpi. Maklumlah, setelah lulus yang namanya akhwat nyaris banyak yang kehilangan orientasi, apalagi klo belum menikah, belum berfikir hendak kemana. Alhamdulillah Allah merestui aku untuk terus berkarya walo ilmuku sedikit, justru karena adanya rasa ketidakpuasan itu banyak yang ingin aku gali dan temukan. Cemoohan sana sini aku terima, kenapa gak` nikah aja, kenapa gak cari kerja di industry yang menjanjikan banyak uang, kenapa gak` langsung s2. Semua pilihan, aku hanya bisa mencoba yang paling mungkin dan sesuai harapan aku. Dan semua gak` sulit banyak sekali tantangan, rintangan dan halangan yang mesti dihadapi. Kujalani dengan sabar, tawakal dan iman. Aku tangguhkan segenap doa malam aku hanya untuk Allah taala…

Pilihan demi pilihan telah aku lalui dengan begitu saja, melewati beberapa biodata dan berlalu begitu saja…bukan karena aku cukup selektif. Hanya saja aku mempertahankan apa yang menjadi prinsip aku saat itu, suatu hal yang bisa buat aku istiqomah dan mengajari aku banyak hal untuk lebih mengenal Allah. Aku sempat berazam, jika yang datang harus melupakan apa yang menjadi mimpiku, cita2ku yang terpenting aku tetap berada di jalan itu…. Aku yakin ada campur tangan ilahi tentang hal ini. Belum lagi desakan orang tua yang cukup dahsyat dan dorongan sana sini. Akupun bersibuk diri dengan mimpi, jalani tugas yang mungkin harus dilakukan dengan baik, apapun yang aku kerjakan dengan kesungguhan insyaAllah membuahkan hasil di esok hari. Kemanapun arahku melangkah kelak…….

Aku tau, duniaku dunia akademisi dan peneliti. Aku terbiasa menghadapi orang2 yang sibuk di lab tak kenal lelah, aku terbiasa dengan orang2 yang konsen banget dengan kerjaan dan melupakan segala hal, aku terbiasa menghadapi orang2 yang tidak money oriented tapi hasil riset oriented :p. Ya maksudnya..kebanyakan orang2 peneliti memang begitu adanya….aku terbiasa menghadapi, orang2 yang idealis memikirkan rakyat kecil dan tujuan dan skala pilot yang rumit dalam menentukan langkah riset selanjutnya. Hmm…inilah gambaran suami aku sekarang J. Yang berkesan adalah kapan hari aku  baca profil seorang researcher di majalah tarbawi. Seorang professor di Indonesia yang cukup idealis aku bilang. Beliau paparkan segala hal menyangkut perkembangan indonesia, dan impian dia kedepan tentang indonesia dengan ilmu yang ia miliki. Ku sebut ia sebagai ilmuwan sejati, tanpa keegoisan, dengan kecintaan sejati,r ela berkorban untuk memperkaya dan membuat maju bangsa sendiri. Bahkan ia rela di perolok orang2 karena prinsipnya…aku kenal ia dan sangat kagum padanya…sangat senang memang jika membaca profil orang yang bisa memberi banyak inspirasi..buah karya dia-lah yang membawa aku membangun mimpi dengan ilmu ini, walo aku gak sepinter professor itu, gak setegas beliau dan seidelais beliau..tapi aku punya semangat untuk seperti beliau..setidaknya!!

Aku baru menyadari, hm…selama ini aku gak pernah mengenal murobbi suamiku siapa, karena dia dapat biodataku dari sahabat dia dan kita berproses baik-baik saja. Aku baca profilenya sama sekali gak kepikiran tentang professor itu, sempat aku Tanya ke tetehku dulu, kabarnya Mb nya seorang professor. Aku pikir ya pantaslah dia bekerja di lembaga riset. Allah jawab pilihanku dengan ketenangan menjalani semua, kemudahan mencapai semua dan ridho Nya aku sekarang menjadi istrinya. Hingga suatu hari suamiku bercerita tentang siapa di balik kesuksesan pola pikir dia. Siapa orang yang sangat berpengaruh untuknya hingga ia merasa bangga dengan kerjaan dan hasil risetnya. Dia sebut suatu nama yang nyaris bikin jantung aku copot…Proffessor itu adalah Murobbi suamiku, yang buat akupun terpana dengan tuturan katanya…hingga diapun tertawa2 saja mendengar aku cukup ngefans sama sang MB. Aku ingat wajah itu yang menjabat tangan suamiku saat walimahan tempo hari, aku ingat wajah yang cukup familiar yang profilenya sering aku baca ampe bukunya lecek dan ilang ke bawa mimpi kemana2.  Hanya pujian atas syukur aku saat itu..Maha suci Allah yang bisa buat aku seperti ini…..entahlah rasanya semua ringan saja di jalani, walo banyak yang harus aku hadapi…

Suatu hari aku dan suami jalan2 ke kantor aku. Sampai di lift lt 7. Dia bicara, my Hunny (ehm..panggilan favorite dia) lab nya Farmakologi??  Ia lho emang kenapa ka??…katanya koq sama ko sama istrinya pak professor itu….hmm, aku nyaris speechless :p. Suami aku cerita, istri professor juga seorang Dr tepatnya Phd. Dia PNS BPPT kepala Lab farmakology. Makanya kaka ingin Hunny juga bisa sepertinya bisa menjadi seorang Phd. Sambil senyum ia berlalu…secara harapanku dari awal gak` seidealis itu, sekolah s2 aja udah bersyukur…wlo aku sering iri dengan orang2 pinter, aku ingin punya ilmu yang tinggi agar aku bisa memberi kebaikan ke banyak orang dengan ilmu itu. Bermanfaat lebih banyak lagi dan punya pengalaman yang lebih juga memberi teladan buat anak2 ku kelak…

Banyak hal yang aku bisa dapat dari seorang dia, yang baru saja aku kenal. Semangat kegigihan dan orientasi yang jelas aku bangun dan mencoba di jalankan. Ya Allah ternyata harapan itu ada..aku bersyukur atas doa yang kupinta dengan kesungguhan. Aku ingin cita2 ini menjadi jalan aku menuju surgamu, karena itu tujuan akhirku kelak…amin ya Allah ya Robbal A`lamin

Read Full Post »

Alhamdulillah, jelang 3 minggu merasakan jadi istri seseorang. banyak orang yang tanya seputar hari-hari Aida yang baru. Alhamdulillah semua baik ko friends, kebahagiaanku bertambah saat ada seseorang di samping aida. itu semua yang buat aku makin bersyukur sama Allah. secara, kita kenalan gak` lama dan cukup singkat. tapi justru disanalah keyakinan aku sama Allah teruji, aku cuma bisa menggantungkan harapan semua sama Allah. dan belajar yakin atas keputusan yang kuambil lewat istikhoroh dan ketenangan juga kenyamanan yang selama ini aida rasakan.

Sedikit berbagi saja, sama indahnya ko melewati pernikahan tanpa hubungan serius sebelumnya. banyak hal yang aku bisa ambil hikmah. yang utama adalah kita dituntut ga egois akan gimanapun pasangan kita ke depan. yang terpenting, bagaimana berusaha menjadi yang terbaik aja. mengerjakan apa uang beliau suka, begitupun dengan dirinya. jadi sama2 deal….

dibalik semua itu aku bersyukur banget, banyak hal yang udah aku dapat dari suamiku. Dari mulai di ajarkan berfikir banyak hal tentang kehidupan sehari-hari, hingga mengambil keputusan sendiri dan menentukan jalan yang harus di capai untuk kedepan. walaupun masih on progress..dan aku ternyata berasa masih blank dalam menentukan langkah. intinya, gak semua suami itu egois koq sama istrinya, makanya buat temen2 ku yang belum nikah ga usah takut akan mimpi yang udah di rencanakan. satu kalimat yang buat aku kagum sama beliau, ternya tugas seorang suami cukup berat lho. Dia bilang, dia harus mengembalikan aku ke surga. karena dari awal sebelum kita terlahir ke dunia kita memang bidadari surga. subahanallah kan, aku jadi kepikiran untuk tidak abaikan pesan suamiku itu. belajar lebih baik aida, walo merasa masih banyak banget yang harus di perbaiki…

Pernikahan buat ku adalah semakin banyak ladang ibadah dan beramal. banyak yang harus di pelajari, yang tadinya hukumnya haram jadi dapat pahala. yang tadinya segen belajar jadi ga segen, yang tadinya cuma buat kesenangan pribadi jadi ladang pahala juga, yang tadinya seneng2 sendiri jadi kesenangan berdua dan jadi ladang pahala juga.

dan akupun bersyukur sama Allah, atas doa yang selalu aku panjatkan sebelum aku menikah. banyak sekali yang Allah beri. banyak sekali yang bisa ku buktikan, klo mau tau dia siapa liatt saja diriku siapa. makanya yang kulakukan adalah berusaha lebih soleh dimata Allah saja, karena aku hanya ingin selamat dengan kesholehan saja, bukan materi, pencapaian dunia dan kenikmatan dunia semata…

menunggu suami datang…

-aida-

Read Full Post »